Luka Karena Orang Dekat

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Amsal 27:1-27

RHEMA HARI INI
Amsal 27:17 Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

Seringkali orang yang membuat kita sakit hati dan kecewa adalah justru orang yang penting bagi hidup kita. Seperti ungkapan bahwa orang yang memiliki peluang paling besar untuk menyakiti kita adalah orang yang paling kita sayangi. Namun, daripada bereaksi negatif, sebaiknya kita belajar untuk melihat sisi positifnya. Sesungguhnya, kita akan menyadari seberapa tangguh diri kita saat kita mengalami perlakuan atau menerima perkataan yang menyakitkan. Luka hati menyadarkan seseorang akan siapa dirinya, sudah seberapa jauh melangkah, dan apakah ia cukup tangguh untuk menjalani kehidupan.

Hari ini, biarlah kita menyadari bahwa adakalanya Tuhan memakai situasi dan orang-orang di sekitar kita sebagai sarana memproses, membentuk dan mendewasakan kita. Alkitab menggambarkan proses ini seperti besi menajamkan besi. Ketika besi menajamkan besi, pasti akan menimbulkan sebuah gesekan yang melukai dan menimbulkan api. Api berbicara tentang emosi, kemarahan, sakit hati, kepahitan, kejengkelan, kebencian dan berbagai luka yang menyakitkan. Melalui peristiwa atau hubungan dengan orang-orang di sekitar, sesungguhnya Tuhan sedang menggarap kita karena Dia adalah Sang Penjunan, yang tahu persis cara membentuk hidup seseorang.

Tujuan Tuhan menajamkan kita adalah supaya kita semakin matang, semakin sempurna, semakin berkenan dan semakin serupa dengan Kristus. Karena itu kita patut bersyukur untuk setiap masalah atau peristiwa yang terjadi dalam hidup ini, termasuk kehadiran orang-orang di sekitar kita. Jangan pernah menyalahkan keadaan atau mengambinghitamkan orang lain ketika harus melewati proses ini. Jadilah seperti Yusuf yang tidak pernah menyalahkan saudara-saudaranya meski mereka telah menyakiti dan membuat hidupnya menderita. Yusuf bahkan bisa berkata, “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” (Kejadian 50:20). Ketika kita bisa mengambil sikap yang positif seperti ini, maka justru melalui peristiwa menyakitkan yang kita alami, kita akan menerima anugerah yang sangat besar dari Tuhan.

RENUNGAN
SEMAKIN DEKAT HUBUNGAN kita dengan seseorang, SEMAKIN BESAR LUKA yang bisa ia timbulkan.

APLIKASI
1. Pernahkah Anda mengalami luka dari orang terdekat?
2. Apa reaksi Anda ketika mengalami hal itu?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya melalui peristiwa menyakitkan tersebut Anda bisa semakin bertumbuh di dalam Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami percaya bahwa Engkau selalu turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan dalam hidup kami. Kami menyerahkan semua luka hati kami akibat peristiwa menyakitkan yang kami alami. Engkau sanggup memulihkan kami dan kami percaya semuanya terjadi atas seijin-MU untuk menjadikan kami orang yang semakin kuat di dalam Engkau. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.