Maksimalkan Aktivitas Manusia Roh

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Galatia 5:16-26

RHEMA HARI INI
Galatia 5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

Sewaktu mendengarkan khotbah Ps. Jonatan tentang doa dan puasa yang mendatangkan urapan dominion, Lia merasa seperti itulah hidupnya saat ini. Sekian tahun menjadi Kristen, Lia tidak pernah mengalami suatu terobosan yang berarti. Memang selama ini Lia hanya mampu berpuasa sampai jam 2 siang. Sebenarnya ia ingin puasa penuh sampai sore, tapi biasanya Lia tidak kuat menahan lapar atau tergoda ajakan makan dari teman. Dalam hal doa pun Lia merasa bersalah sebab ia lebih sering mendahulukan urusannya daripada mencari Tuhan.

Seperti Lia, seringkali kita ingin berbuat sesuatu yang benar dan menyenangkan hati Tuhan, namun kedagingan kita lebih kuat hingga akhirnya kita gagal. Lama kelamaan kita akan kehilangan hubungan dengan Roh Allah. Maka sangat penting bagi kita memberikan waktu khusus untuk berdoa dan berpuasa. Bukan sekedar puasa jasmani yang hanya menahan haus dan lapar, tapi doa dan puasa dalam roh. Artinya hati dan pikiran kita selalu terfokus pada Tuhan, kita sengaja berpuasa untuk menekan dan mematikan kedagingan kita dengan cara puasa supaya bisa lebih fokus pada Tuhan. Alihkan rasa haus dan lapar kita pada kehausan dan kelaparan pada firman Tuhan.

Dengan meminimalkan aktivitas jasmani dan memaksimalkan aktivitas manusia roh kita, waktu kita untuk berdoa dan merenungkan firman akan meningkat dengan drastis. Banyak dari kita yang tentunya sulit untuk bisa seperti Yesus atau Musa yang mengasingkan diri selama 40 hari untuk berdoa puasa. Di tengah pekerjaan dan tugas kewajiban sehari-hari, kita pun masih bisa berdoa puasa dalam roh. Perbanyak membaca dan merenungkan firman, bisa melalui ReKA 3x sehari, dan bagi yang sudah dikaruniai bahasa roh, berbahasa rohlah dalam hati sesering mungkin sambil tetap beraktivitas. Hal ini akan membangkitkan roh kita sehingga kita bisa merasakan urapan Tuhan terus mengalir. Kurangi aktivitas jasmani yang tidak perlu seperti obrolan iseng di grup WA, mencari-cari berita terkini di internet ataupun hal-hal jasmani lain yang sebenarnya tidak begitu jelas manfaatnya. Alihkan pikiran dan gunakan waktu kita sebaik-baiknya untuk Tuhan, bangun hubungan pribadi dan bergaul karib dengan Tuhan agar roh kita senantiasa terhubung dengan Roh Allah, saat itulah impartasi urapan berkuasa akan diberikan pada kita. (PF)

RENUNGAN
Minimalkan aktivitas jasmani dan MAKSIMALKAN aktivitas MANUSIA ROH, maka kita akan TERHUBUNG DENGAN ROH ALLAH.

APLIKASI
1. Bagaimana Anda menjalankan doa dan puasa selama ini?
2. Kegiatan jasmani apa yang bisa dan akan Anda kurangi selama berdoa puasa?
3. Apa saja yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan aktivitas rohani Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami mengucap syukur Engkau telah mengajari kami untuk berdoa puasa dalam roh. Beri kami kekuatan untuk bisa menjalankannya dengan benar. Bantu kami untuk menjaga pikiran dan hati senantiasa terarah kepada-Mu. Sebab roh memang penurut tapi daging lemah. Terimakasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.