Mata Yang Terbuka Pada Tuntunan-Nya

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Markus 16:9-20

RHEMA HARI INI
Markus 16:14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.

David Rabin, profesor bidang kedokteran di Vanderbilt University didiagnosis menderita penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis) dimana sistem saraf di dalam otak dan sumsum tulang mati secara perlahan, pada usianya yang baru 45 tahun. Penyakit yang belum ada obatnya tersebut bisa menyebabkan kelumpuhan secara berangsur pada tubuh. Rabin tahu betul tahapan-tahapan dari penyakit itu, tapi ia bertekad untuk melanjutkan hidup dan bekerja seperti biasa. Rabin tidak mau hanya terpola dengan rutinitas hidup dan kondisinya. Ia selalu berusaha melakukan cara lain untuk bisa bermanfaat bagi orang banyak.

Ketika ia tidak dapat pergi ke rumah sakit, ia meminta seluruh anggota team yang dipimpinnya untuk datang ke rumahnya. Ketika ia tidak bisa lagi memeriksa pasien, ia beralih menjadi seorang konsultan kesehatan. Dengan begitu ia masih bisa melakukan konferensi secara berkala. Ketika tangannya lumpuh dan ia kehilangan suaranya, ia menggunakan komputer sebagai sarana berbicara dan menulis yang digerakkan oleh otot-otot pada alis matanya. Meski dalam kondisi lumpuh, berkat tekad dan semangatnya yang kuat, Rabin masih sanggup berkarya hingga akhir hidupnya. Rabin tahu bahwa hidupnya harus tetap bermanfaat bagi orang lain dan jadi berkat bagi orang lain. Dia tidak menutup mata bagi orang orang disekitarnya, dan mata rohaninya senantiasa terbuka sehingga dia tahu apa yang jadi kehendak Bapa yang senantiasa menuntunnya.

Ketika mata hati kita tertutup oleh pekatnya persoalan, sakit penyakit, atau besarnya pergumulan dalam hidup kita, maka kita akan terjebak dalam kehidupan yang bukan hanya stagnan tetapi akan terus mengalami penurunan demi penurunan hingga akhirnya hidup kita akan menjadi sia-sia saja. Namun ketika mata rohani kita senantiasa terbuka kepada Tuhan, maka apapun kondisi yang saat ini kita alami, kita akan terus dimampukan untuk berjalan maju dalam tuntunan-Nya yang ajaib.

RENUNGAN
Jika mata rohani kita TERTUTUP, kita akan TERJEBAK dalam rutinitas, GAGAL MENANGKAP isi hati Tuhan, dan TIDAK BERJALAN dalam tuntunan-NYA.

APLIKASI
1. Apakah sakit-penyakit yang sedang Anda tanggung dan bagaimana Anda melihatnya?
2. Mengapa mata rohani Anda perlu dicelikkan Tuhan?
3. Bagaimana Anda dapat membiarkan Tuhan mencelikkan mata rohani Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami bersyukur karena Engkau sangat mengasihi kami. Kami sungguh berterima kasih karena karya Agung kebangkitan-Mu telah menyelamatkan kami. Hanya karena kasih karunia-Mu dan anugerah-Mulah, kami selalu percaya bahwa kami pasti bisa memenangkan setiap pergumulan kami dan mematahkan semua belenggu kami. Berikanlah kami mata yang selalu bisa melihat kuasa dan kasih-Mu, sehingga hati kami pun selalu tertuju kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.