Memahami Bahasa Kasih

Renungan Keluarga Allah
Minggu, 17 Juli 2016

BACAAN HARI INI

Amsal 14 : 1 – 35

RHEMA HARI INI

Amsal 14 : 9 Orang bodoh mencemoohkan korban tebusan, tetapi orang jujur saling menunjukkan kebaikan.

Setelah berpacaran 6 tahun, seorang wanita akhirnya menikah dengan pria yang menjadi pilihannya itu. Karena pekerjaan, pasangan tersebut hidup terpisah sekitar 1 tahun di awal pernikahannya. Awalnya, kehidupan rumah tangga pasangan baru tersebut berjalan biasa saja. Namun, setelah beberapa waktu berlalu, sang istri ini mulai berpikir mengapa suaminya tidak pernah memberikan kejutan-kejutan ataupun hadiah kepadanya. Padahal dia sangat ingin diberikan kejutan oleh suaminya. Suami ini tidak memahami keinginan istrinya. Istri ini tidak diam saja, dia pun mengungkapkan keinginannya kepada suaminya itu kalau dia ingin diberikan hadiah oleh suaminya. Suami ini pun berusaha memahami bahasa kasih pasangannya. Tidak seperti keinginan sang istri memang, namun sang suami memberikan banyak perhatian kepada istrinya. Akhirnya sang istri pun memahami bahwa apa yang dilakukan suaminya selama ini adalah wujud bahasa kasihnya, bukan harus dengan memberikan hadiah atau kejutan-kejutan.

Sebagian dari kita mungkin juga pernah mengalami hal yang sama dengan cerita di atas. Kita menuntut pasangan/orangtua/anak kita mengerti apa kemauan kita, namun kita tidak mau berusaha mengerti kemauan mereka. Tanpa kita sadari, hal tersebut dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga kita. Jangan sampai rumah tangga kita berantakan atau tidak harmonis hanya karena tidak adanya ekpresi bahasa kasih.

Memahami bahasa kasih dan mengekspresikannya memang tidak mudah, ini memerlukan usaha dan perjuangan. Akan tetapi, apabila kita konsisten melakukannya, maka hubungan pernikahan Anda akan disegarkan kembali, hubungan keluarga akan dipulihkan kembali, dan kita akan menikmati kebahagiaan keluarga yang luar biasa. Memahami bahasa kasih akan membuat keluarga semakin harmonis, sebuah hubungan menjadi indah dan masalah yang lain pun akan mudah diatasi. Mari jangan malu untuk menunjukkan bahasa kasih kita kepada pasangan/orangtua/anak/teman kita. (LEW)

RENUNGAN

Keharmonisan dalam keluarga terjadi ketika setiap anggota keluarga BERUSAHA MEMAHAMI BAHASA KASIH satu sama lain.

APLIKASI

  1. Sudahkah kita memahami bahasa kasih pasangan/orangtua/anak kita, ujilah?
  2. Komitmen apa yang akan Anda lakukan untuk melakukan bahasa kasih yang dimiliki pasangan/orangtua/anak kita?

DOA UNTUK HARI INI

Terima kasih Tuhan Yesus Engkau sudah mengajari kami akan bahasa kasih. Pimpinlah hidup kami selalu agar kami bisa memahami bahasa kasih orangtua/pasangan/anak kami. Ajari kami tulus melakukan bahasa kasih kepada orang lain. Terima kasih Tuhan, dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Kisah 20-23