Memanifestasikan Visi

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Kejadian 37:2-9

RHEMA HARI INI
Kejadian 37:6-7 Karena katanya kepada mereka: “Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini: Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu.”

Sedari kecil, Nina bercita-cita menjadi wanita karir. Tumbuh di keluarga yang kurang mampu membuatnya ingin mengubah taraf hidup keluarganya suatu saat nanti. Namun, seiring berjalannya waktu dan ia tumbuh dewasa, ia menerima visi dari Tuhan untuk menjadi penginjil. Ketika ia menerima visi tersebut, hatinya bergelora. Keinginan semulanya untuk menjadi wanita karier pun langsung ia singkirkan. Ia percaya dengan menjadi penginjil pun Tuhan pasti bisa memberkati keluarganya. Walaupun ia tahu bahwa saat ini untuk menjadi penginjil sangatlah tidak mungkin, tetapi ia mempercayai visi itu. Tidak hanya mempercayainya, tetapi ia juga menghidupinya.

Siang dan malam ketika ia melihat visi tersebut dalam hatinya, ia mempercayainya, mendoakannya, dan memperkatakannya. Tak hanya itu saja, ia pun juga memperjuangkannya dengan mengikuti program-program beasiswa untuk bisa mengambil jurusan teologia saat kuliah. Apa pun yang Nina lakukan adalah untuk mewujudkan visinya sebagai penginjil. Singkat cerita, akhirnya sekarang ia menjadi penginjil yang sangat diurapi Tuhan. Karena kesaksian hidup Nina, banyak anak-anak yang tampaknya tidak mempunyai masa depan cerah seperti dirinya dulu, kini menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka.

Sama seperti Yusuf, ia sungguh mempercayai visi berupa mimpi yang ia terima dari Allah. Oleh karena itulah, ia menceritakannya kepada saudara-saudara serta ayah ibunya. Sehingga visinya itu pada akhirnya dapat menjadi kenyataan. Apabila kita menerima sebuah visi yang dari Tuhan, kita pun juga harus mengaktivasikan manusia roh kita dan menjadikan visi tersebut realita dalam roh terlebih dahulu dengan menghidupi visi tersebut. Barulah nantinya kuasa untuk mencipta bekerja melalui kita dan visi itu dapat dimanifestasikan menjadi realita jasmani.

RENUNGAN
Visi harus menjadi REALITA DALAM ROH terlebih dahulu sebelum dapat DIMANIFESTASIKAN menjadi REALITA JASMANI.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda menjadikan visi Anda realita dalam roh? Mengapa demikian?
2. Menurut Anda, mengapa Anda harus menjadikan visi Anda realita dalam roh terlebih dahulu sebelum dapat dimanifestasikan menjadi realita jasmani?
3. Apakah yang dapat Anda lakukan untuk menjadikan visi Anda realita dalam roh? Sebutkan!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami mau menerima visi dari-Mu dan menghidupinya. Kami rindu menjadikan visi tersebut dapat realita dalam roh, sampai nantinya visi itu dapat dimanifestasikan menjadi realita jasmani. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.