Membangun Pohon Berkat Keturunan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Ulangan 1:6-11

RHEMA HARI INI
Ulangan 1:11 TUHAN, Allah nenek moyangmu, kiranya menambahi kamu seribu kali lagi dari jumlahmu sekarang dan memberkati kamu seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu.

Tidak ada orangtua yang tidak ingin anaknya diberkati dan dipakai luar biasa oleh Tuhan. Begitu pula dengan orangtua John Sung. Ayahnya, Ps. Sung, adalah seorang pendeta di gereja metodis Tiongkok pada abad ke-20. Meski sebenarnya John adalah anak ke-6 dalam keluarga Sung, tetapi ia adalah anak pertama yang terlahir setelah Ny. Sung mengikuti iman suaminya dan bertobat. Sebelum ia terlahir, orangtuanya sudah menyerahkannya untuk pekerjaan Tuhan dan menamakannya Ju-un, yang berarti Anugerah Allah. Kehidupan keluarga Sung sangatlah sulit, mereka didera kemiskinan dan ada begitu banyak anak yang harus diberi makan. Sampai-sampai Ps. Sung hampir meninggalkan pelayanannya untuk pekerjaan yang lebih baik di kota. Namun, dalam doa, Tuhan sekali lagi meneguhkan panggilan-Nya, dan Ps. Sung membatalkan niatnya serta tidak pernah lagi meragukan penyertaan Tuhan.

Tahun demi tahun, John tumbuh besar dan mulai membantu pelayanan ayahnya ketika ia berusia 12 tahun. Kapan pun ayahnya berhalangan, dengan senang hati dan bersemangat ia berkhotbah di atas mimbar. Saat itulah, orang-orang menjulukinya “pendeta kecil”. Pendeta kecil ini kemudian benar-benar menjadi penginjil luar biasa yang membawa kegerakan dan kebangunan rohani besar di Tiongkok. Penginjilannya bahkan sampai ke negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pelayanannya yang luar biasa inilah yang membuatnya digelari “Obor Allah di Asia”.

Kita semua tentu berharap kehidupan keturunan kita lebih baik daripada kehidupan kita saat ini. Kita perlu mengetahui, kunci memperbesar berkat keturunan selalu dimulai dengan menabur. Tanpa ada menabur, maka berkat keturunan kita akan menjadi kering, bahkan habis. Kita harus memberikan taburan, apa pun bentuknya yang Tuhan minta dari kita, walaupun mungkin secara manusia hal tersebut tidak masuk akal. Secara logika, kalau kita menabur kita akan kehilangan. Namun menaburlah dalam Tuhan, maka kita akan memperoleh berkat. Mari kita bangun keluarga yang hebat dari generasi ke generasi. Tuhan Yesus memberkati. (ABU)

RENUNGAN
Mari BANGUN POHON BERKAT KETURUNAN keluarga kita dari generasi ke generasi, sampai bumi penuh PAHLAWAN GAGAH PERKASA.

APLIKASI
1. Apa yang dimaksud dengan pohon berkat keturunan?
2. Mengapa Anda perlu membangun pohon berkat keturunan?
3. Apa yang bisa Anda lakukan agar dapat membangun pohon berkat keturunan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa dalam nama Yesus, ajar kami untuk membangun pohon berkat keturunan dengan menabur. Kami ingin melalui keluarga dan keturunan kami, rencana-Mu untuk dunia ini digenapi dan nama-Mu dipermuliakan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.