Memiliki Kehidupan Doa Dan Puasa Yang Kuat

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Lukas 6:12-16

RHEMA HARI INI
Lukas 6:12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
Jessica berlari ke arah boneka saat diajak ibunya berbelanja ke supermarket. Dia memegang sebuah boneka Teddy Bear yang lucu. Dari kejauhan ibunya mengamati apa yang dilakukan oleh anak perempuannya itu. Selang beberapa waktu, Jessica meletakkan boneka Teddy Bear dan kembali menghampiri ibunya. Ibu Jessica bertanya apa Jessica menginginkan boneka itu dan Jessica menjawab iya. Namun, Jessica tau ibunya tidak akan membelikan untuknya, karena belum lama ini Jessica sudah dibelikan mainan oleh ibunya.

Jessica yang duduk di kelas 4 SD itupun mulai menyisihkan uang sakunya dan setiap malam dia berdoa agar bisa memiliki boneka Teddy Bear itu. Bahkan sering Jessica puasa jajan agar uangnya bisa ditabung semua. Tiba-tiba, tanpa sepengetahuan Jessica ibunya memberikan kejutan boneka Teddy bear yang diinginkannya ada di kamarnya. Jessica sangat senang dan berterima kasih kepada ibunya. Ternyata selama Jessica berdoa dan berpuasa jajan itu, ibunya selalu mengamati dan hatinya tersentuh sehingga keinginan Jessica dikabulkan ibunya.

Orangtua di dunia saja akan memberikan apa yang menjadi keinginan kita saat kita berusaha. Begitupun dengan Bapa kita saat kita menangisi jiwa-jiwa, Dia tidak akan berdiam diri melihat kita berjuang sendirian. Walaupun ketika kita berbicara dan menyampaikan kabar keselamatan tentang Tuhan Yesus, ada kuasa jahat yang tidak tinggal diam. Yang dengan segala daya upaya akan berusaha menggagalkan pemberitaan Injil kita, sehingga apa yang kita katakan tidak bisa diterima oleh orang lain. Namun, jangan khawatir, hal itu akan berbeda jika kita berdoa dan berpuasa. Kita bisa mengalahkan kuasa jahat dengan kuasa Roh Kudus. Ya, peperangan rohani akan dimenangkan saat kita memiliki kehidupan doa dan puasa yang kuat. Tuhan Yesus akan memberikan kemenangan kepada anak-anak-Nya yang tekun berdoa bahkan berpuasa untuk keselamatan jiwa-jiwa. Oleh karena itu, jika kita rindu teman, saudara, tetangga kita mengenal dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat mereka, mulailah ambil bagian dalam doa dan puasa khusus untuk jiwa-jiwa. Percayalah, akan semakin banyak jiwa diselamatkan di musim berbuah lebat ini dengan kita berdoa dan berpuasa. (LEW)

RENUNGAN
Untuk menjangkau jiwa secara EFEKTIF, kita perlu memiliki KEHIDUPAN DOA DAN PUASA yang kuat.

APLIKASI
1. Apakah Anda sudah memiliki kehidupan doa dan puasa untuk menjangkau jiwa-jiwa? Jika sudah atau belum, mengapa?
2. Apa saja yang menjadi penghalang Anda ketika melakukan doa dan puasa? Sebutkan!
3. Sebutkan komitmen Anda dalam berdoa dan berpuasa untuk jiwa-jiwa yang belum mengenal Tuhan Yesus!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, ajarkanlah kami untuk tekun dalam berdoa dan berpuasa, khususnya bagi jiwa-jiwa yang belum mengenal Engkau. Kami percaya dengan doa puasa, akan banyak jiwa diselamatkan dan percaya kepada-Mu.Terima kasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.