Menabur Dengan Iman, Mujizat Keuangan Besar

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Roma 1:8-17

RHEMA HARI INI
Roma 1:17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

Suatu ketika di daerah pedalaman yang terpencil ada sebuah pemukiman yang hidup sederhana. Mereka hidup dari bercocok tanam, berkebun dan beternak atau berburu. Sekitar 3 kilometer dari pemukiman itu ada sebuah gereja yang didirikan oleh seorang misionaris. Meskipun penduduk di sekitar gereja tersebut hidup sederhana tapi hidup mereka tidak pernah kekurangan. Senantiasa selalu saja tersedia makanan di lumbung-lumbungnya.

Saat itu ada rombongan yang berkunjung ke pemukiman tersebut. Mereka heran meskipun daerah itu sangat jauh dari perkotaan namun kehidupan mereka sangat makmur dan penuh sukacita di wajah penduduk sekitar dan mereka sangat ramah. Ternyata pada awal saat misionaris itu datang ke daerah tersebut membagi pengetahuannya pada penduduk sekitar tentang bagaimana bercocok tanam yang baik, beternak yang baik dan menyimpan hasil panen dengan baik dan benar, sehingga mereka betul-betul bisa mandiri untuk bisa saling membantu satu sama lain. Begitu pula setelah penduduk berhasil dengan itu semua mereka diselamatkan oleh misionaris menjadi pengikut Kristus yang luar biasa. Bahkan mereka juga sangat taat memberikan persepuluhan dari hasil pekerjaannya. Banyak diantara penduduk yang memberikan lebih untuk menabur bagi gereja tersebut. Sehingga banyak hamba Tuhan atau rombongan jemaat gereja lain datang untuk belajar disana. Pada akhirnya gereja terpencil itu bertumbuh dan menjadi berkat bagi gereja lain.

Dari ilustrasi diatas kita bisa belajar bagaimana Sang Misionaris pada awalnya menabur benih kebaikan dengan mengajarkan berbagai macam pengetahuan dan pengalamannya tentang bercocok tanam, beternak, berburu dan menabur bagi kerajaan Allah. Misionaris ini mengajarkan hal tentang menabur bagi sesama sehingga dari apa yang diajarkan dapat membawa penduduk pedalaman menjadi pengikut Kristus yang luar biasa.

Bersyukurlah kita bergereja di GBI Keluarga Allah, karena memiliki pemimpin rohani yang luar biasa. Gembala Sidang kita selalu mengajarkan untuk menabur, bahkan beliau juga tidak pernah hitung-hitungan dengan Tuhan. Awal mula gereja kita berdiri beliau bahkan memberikan rumah satu-satunya bagi Tuhan. Kemudian gereja terus bertumbuh seperti sekarang ini dan beliau masih terus menabur benih sampai saat ini gereja kita diberkati Tuhan secara luar biasa. Hari ini, ambillah keputusan untuk menabur dengan iman sehingga kita mengalami kuasa Tuhan dan menerima mujizat keuangan yang besar.

RENUNGAN
Hanya orang yang berani MENABUR DENGAN IMAN, yang akan mengalami KUASA TUHAN dan menerima MUJIZAT KEUANGAN BESAR.

APLIKASI
1. Sejauh mana keberanian iman Saudara untuk menabur bagi Tuhan dan sesama?
2. Sudahkah Saudara menabur di gereja tempat Saudara bertumbuh secara rohani?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan terimakasih buat firmanMu yang selalu mengingatkan kami untuk selalu menabur bagi KerajaanMu di Bumi ini. Kami percaya Tuhan senantiasa memampukan kami untuk menjadi penabur benih yang berkenan kepadaMu. Karena Engkau selalu memberkati kami berlimpah-limpah supaya kami bisa menjadi berkat. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.