Mendeklarasikan Rhema Dan Mengerjakan Instruksi

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yakobus 1:19-27

RHEMA HARI INI
Yakobus 1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

Satu fakta penting yang sangat perlu kita ketahui adalah bahwa di dalam mulut setiap manusia, Tuhan telah menaruh kuasa atas setiap perkataan. Itulah DNA-Nya yang telah Ia taruh atas kita. Sehingga kita menjadi makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna, yang serupa segambar dengan Allah. Ingat bagaimana bumi diciptakan? Dalam Kejadian 1:3 Tuhan berfirman, “Jadilah terang!” lalu terang itu jadi. Itulah kuasa penciptaan melalui kata-kata atau deklarasi profetik. Andaikata setiap manusia menggunakan lidahnya untuk memperkatakan perkataan yang baik, manis, benar, dan sedap didengar, maka dijamin seiisi bumi akan bertumbuh seturut kehendak dan rencana Allah.

Hal ini bahkan tidak dapat dibantah oleh ilmu pengetahuan sekalipun. Terbukti melalui eksperimen terhadap air yang dilakukan oleh dr. Masaru Emoto. Air bisa berubah molekulnya menjadi kristal karena perkataan positif. Dr. Masaru Emoto juga melakukan eksperimen terhadap nasi, dan hal serupa juga ia temukan. Nasi yang ia simpan dalam sebuah stoples, berfermentasi dengan sempurna, tidak berbau busuk atau berubah warna, tetapi tetap putih bersih ketika diberi perkataan baik. Sementara nasi yang diberi perkataan negatif, berubah menghitam dan mengeluarkan bau busuk. Hal ini membuktikan bahwa ada kuasa dalam setiap perkataan yang diucapkan oleh lidah kita. Apalagi jika kata-kata yang kita ucapkan adalah rhema dari Tuhan sendiri. Kuasa yang bekerja di dalamnya akan jauh lebih dahsyat, di luar akal pikiran manusia.

Oleh karena itu, dapatkan rhema dari Tuhan, yang akan menjadi pedang rhema firman untuk memukul setiap musuh masalah kita. Deklarasikan dengan iman rhema yang sudah kita dapatkan sesering mungkin. Kerjakan instruksi yang Tuhan berikan dengan sungguh-sungguh dan konsisten. Jadilah pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja. Maka kita akan melihat manifestasi kuasa-Nya nyata bekerja dalam hidup kita. Dari kegagalan diubah menjadi keberhasilan. Dari ratapan menjadi tari-tarian. Dari putus asa menjadi berkuasa. Dan kita akan melihat kuasa, mujizat, serta kemenangan atas sakit penyakit, luka batin, sampai mujizat pemulihan pekerjaan dan keuangan nyata bekerja atas hidup kita.

RENUNGAN
GUNAKAN pedang rhema firman dengan MENDEKLARASIKAN RHEMA yang sudah kita dapatkan dan KERJAKAN INSTRUKSI yang Tuhan berikan.

APLIKASI
1. Bagaimanakah cara menggunakan pedang rhema firman yang sudah Tuhan berikan?
2. Termasuk yang manakah Anda, menjadi pelaku firman yang aktif mengayunkan pedang rhema firman, atau hanya menjadi pendengar saja yang dipenuhi keputusasaan dan kegagalan?
3. Jika Anda selama ini hanya menjadi pendengar, apa langkah yang harus Anda lakukan untuk dapat hidup dalam kemenangan, mujizat, dan kuasa?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa Yang Penuh Kasih, betapa kami bersyukur atas kuasa yang Engkau berikan atas lidah bibir kami. Ampuni jika kami sering lalai dalam berkata-kata, dan tidak mengaktifkan kata-kata profetik atau pedang rhema firman yang Engkau berikan. Mulai hari ini kami akan bangkit menjadi pahlawan iman yang memperkatakan setiap rhema firman dengan konsisten dan mengayunkan setiap pedang rhema firman kami kepada musuh-musuh masalah kami, sehingga kami boleh menjadi pelaku firman yang hidup dalam kemenangan, mujizat, dan kuasa, bukan putus asa. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.