Mengalami Kepenuhan Roh Terus-Menerus

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Raja-raja 18:20-46

RHEMA HARI INI
1 Raja-raja 18:44a Pada ketujuh kalinya berkatalah bujang itu: “Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut.”

Bagi seorang anak, setiap momen kelulusan ke suatu jenjang sekolah yang lebih tinggi merupakan suatu langkah awal untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi dan mengalami peningkatan dalam level pendidikannya. Demikian pula saat kita mengalami baptisan Roh kudus, saat itulah momen kita untuk mulai berjalan dalam Roh dan mengalami peningkatan tingkat kepenuhan Roh secara terus-menerus hingga tak terbatas.

Itu sebabnya langkah awal mengaktivasi manusia roh adalah kita perlu mengalami baptisan dan kepenuhan Roh Kudus. Bagi kita yang belum dibaptis Roh Kudus, mari kita berdoa supaya bulan ini, sementara kita Doa Puasa 40 Hari, dan kita akan menyambut KKR Pencurahan Roh Kudus, kita sungguh-sungguh bisa mengalami Baptisan Roh Kudus. Tanpa Baptisan Roh Kudus, sukar untuk kita mengaktivasi manusia roh kita. Hanya Roh Kuduslah yang bisa membukakan dimensi roh-Nya dalam hidup kita. Hanya Roh Kuduslah yang bisa membuat manusia roh kita yang tadinya pasif menjadi aktif.

Demikian juga bagi kita yang sudah dibaptis Roh Kudus, mari kita minta Kepenuhan Roh Kudus yang lebih besar lagi. Sadarilah bahwa momen baptisan Roh Kudus yang kita alami adalah start, bukan finish. Artinya Momen baptisan Roh Kudus itu adalah awal kita mengalami kepenuhan Roh Kudus yang terus-menerus, sehingga kita bisa terus bertumbuh dari satu level kepenuhan pada level kepenuhan yang lebih besar. Jangan sampai kita sudah dibaptis Roh Kudus, tapi kita berhenti mengalami kepenuhan Roh Kudus, berhenti haus dan lapar setiap hari menanti-nantikan Tuhan, berhenti bahasa roh, mulai jarang bahasa roh, berhenti doa puasa, dst. Ini yang mengakibatkan manusia roh banyak orang Kristen yang walaupun sudah pernah mengalami baptisan Roh Kudus, dan sudah pernah diaktivasi manusia rohnya, tapi kembali lagi menjadi kering, menjadi kosong, dan menjadi pasif. Mari kita semua bangkit dalam roh dan minta kepenuhan Roh Kudus yang lebih besar lagi. Datanglah kepada Tuhan dengan hati yang haus dan lapar. Sadarilah bahwa kepenuhan Roh Kudus inilah awal manusia roh kita diaktivasi dan kita bisa berjalan dalam roh.

RENUNGAN
MOMEN BAPTISAN ROH KUDUS yang kita alami adalah START, awal kita mengalami KEPENUHAN ROH terus-menerus, BUKAN GARIS FINISH.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda berdoa untuk menerima baptisan Roh Kudus?
2. Sadarkah Anda bahwa bertumbuh dalam kepenuhan Roh Kudus merupakan suatu proses yang terus-menerus?
3. Sudahkah Anda mendahulukan mata rohani dalam menghadapi segala tantangan hidup?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan kami bersyukur atas Roh Mu yang tinggal dalam diri kami selamanya. Urapi kami agar senantiasa bertumbuh dalam kepenuhan Roh Kudus sehingga manusia roh kami semakin dominan atas manusia jasmani kami hari demi hari. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.