Mengasihi Allah Berarti Mengasihi Saudara

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Yohanes 3:11-18

RHEMA HARI INI
1 Yohanes 3:14 Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.

Corrie Ten Boom dan keluarganya mengalami kekejaman Nazi selama tahun-tahun terakhir perang dunia II. Ia dan keluarganya dikirim oleh Nazi ke kamp pembantaian di Ravensbruck, Jerman. Akhirnya, hanya Corrie yang selamat. Sesudah perang, ia menjadi penulis terkenal dan sering berbicara tentang kasih Allah. Dua tahun sesudah perang, Corrie berbicara di Munich, Jerman, tentang topik pengampunan Allah. Sesudah kebaktian, ia melihat seorang pria yang ikut menyiksa dirinya bersama keluarganya berjalan ke arahnya. Pria yang sedang berjalan menghampirinya adalah seorang penjaga – salah seorang dari penjaga yang paling keji. Sekarang orang ini ada di hadapan Corrie dengan tangan terulur. Pria itu berkata, “Pesan yang bagus Ibu! Betapa senangnya mengatakan bahwa, seperti Anda katakan, semua dosa kita sudah dibuang ke dasar laut!” Dan Corrie, yang baru saja berbicara dengan fasih tentang pengampunan, tak kuasa menerima salamnya. Corrie hanya meraba-raba bukunya, bukannya menyambut tangan yang terulur itu. “Anda menyebutkan Ravensbruck dalam ceramah Anda,” orang itu berkata, “Saya dulu menjadi penjaga di sana. Tapi, sejak saat itu saya menjadi orang Kristen.”

Corrie terus bergumul dengan pikirannya, “Betsie saudaraku meninggal di tempat itu, dapatkah orang ini menghapus kepahitanku hanya dengan meminta maaf?” Tidak lebih dari beberapa detik orang itu berdiri di sana dengan tangan terulur, tetapi bagi Corrie rasanya berjam-jam sementara ia bergumul dengan perkara paling sulit yang harus ia lakukan. Ia tahu bahwa ia harus melakukannya, pengampunan bukanlah perasaan, tetapi ketaatan terhadap petintah Tuhan. “Yesus, tolong saya!” Corrie berteriak dalam hatinya. Dengan kaku dan seperti mesin, iapun mengulurkan tangan untuk menyambut tangan yang terulur itu. Ketika Corrie melakukannya, terjadi suatu peristiwa yang luar biasa. Ada aliran yang timbul dimulai dari bahunya, merambat turun ke lengannya. Lalu menyebar ke tangan mereka yang saling menggenggam. Kemudian, kehangatan yang menyembuhkan ini tampak membanjiri seluruh diri Corrie sehingga matanya banjir dengan air mata. “Saya mengampunimu, Saudara,” Corrie berseru. “Dengan segenap hati saya.”

Apakah Anda mengasihi Allah? Indikator Anda mengasihi Allah adalah Anda mengasihi saudara dan sesama. Ketika kita dipenuhi dengan kasih Allah maka hal yang kita anggap sulit kita lakukan maka akan mampu kita lakukan. Allah adalah kasih, ketika hidup kita dipegang sepenuhnya oleh Tuhan, otomatis aliran kasih itu akan memenuhi kita sehingga kita hidup bukan lagi dengan kemampuan atau kasih kita sendiri tetapi kuasa dan kasih Kristus sendiri yang berotoritas penuh atas hidup kita.

RENUNGAN
INDIKATOR seseorang PENUH DENGAN KASIH ALLAH adalah ketika ia MENGASIHI SAUDARA-SAUDARANYA.

APLIKASI
1. Apakah saat ini Anda masih memiliki kepahitan yang menahan Anda untuk bisa mengampuni dan mengasihi keluarga Anda?
2. Mengapa Anda perlu memenuhi hati Anda dengan kasih Allah?
3. Apa langkah yang bisa Anda ambil untuk bisa melepaskan pengampuanan dan mengasihi mereka?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, terima kasih atas hadirat-Mu yang selalu memenuhi hati kami setiap hari. Kami yakin, Kau telah memenuhi kami dengan kasih-Mu yang luar biasa baik. Kami mau mengampuni dan mengasihi anggota keluarga kami yang menyakiti hati kami, seperti Kau pun mengampuni dan mengasihi kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.