Mengawali Dan Mengakhiri Dengan Roh

RHEMA HARI INI
Galatia 3:3 “Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?”

Henry F. Lyte lahir di Skotlandia pada tanggal 1 Juni 1793. Dia belajar di Trinity College , Dublin Ireland. Sepanjang hidupnya ia dikenal sebagai orang yang bekerja keras didalam melayani Tuhan. Meskipun secara fisik ia lemah karena asma dan TBC, tetapi ia kuat secara roh dan imannya tak tergoyahkan. Ia adalah seorang penyair, musisi dan pelayan Tuhan. Dimanapun melayani, ia dicintai dan dikagumi oleh orang-orang yang dilayaninya. Selama dua puluh tiga tahun terakhir dalam hidupnya, ia melayani gereja miskin yang kebanyakan adalah nelayan. Kesehatannya semakin memburuk dan dokter memberikan saran agar ia pindah sejenak ke Itali, daerah yang lebih hangat. Dengan berat hati, ia terpaksa meninggalkan jemaat yang dilayaninya. Pada hari Minggu perpisahan ketika ia menyampaikan khotbah terakhirnya pada tanggal 14 September 1847, ia sama sekali tak berdaya lagi, ia sudah sekarat dan ia berkhotbah dengan berurai air mata. Ada rasa hancur di dada, ketika ia beranjak pergi meninggalkan jemaat Tuhan yang dilayaninya. Namun ia yakin seperti lirik lagu yang ditulisnya bahwa sekalipun ia pergi, namun Tuhan akan tinggal tetap. Ia memohon agar Tuhan tetap tinggal ditengah persekutuan umatNya. Dua bulan setelah itu ia meninggal ketika dalam perjalanan ke Roma, Itali.

Jadi apa yang telah kita mulai dengan Roh jangan kita akhiri dengan daging, sehingga kita mengalami kegagalan karena merasa cukup dengan kemenangan yang kita raih sehingga kita lupa bahwa kita masih harus berlari lagi kepada trek yang lainya dan sampai pada garis akhir dan memperoleh Mahkota. Dalam kisah atas Henry F Lyte memulai dengan Roh dan mengakhiri dengan Roh. Banyak orang percaya memulai dengan Roh, dengan kasih, dengan penyerahan total, dengan pengabdian yang penuh cinta, dengan pengorbanan-pengorbanan yang murni, tetapi diakhir jalan iman, mereka menjadi mengendor sehingga kasih yang disebut kasih mula-mula, pengorbanan yang murni, pengabdian yang tulus itu menjadi pudar. Apa yang sudah kita mulai dengan baik, yang kita mulai dengan Roh dalam perjalanan iman kita, haruslah terus dipertahankan sampai pada akhirnya. Yang Tuhan kehendaki adalah kita tetap bertahan disegala situasi, baik kelimpahan atau kekurangan, suka atau duka sampai akhir hidup kita, sebab apa yang akan kita peroleh di kekekalan kelak tidak sebanding dengan apa yang kita dapatkan di dunia ini. Apa yang telah kita mulai bersama dengan Allah kita harus akhiri bersama dengan Allah juga. Apa yang kita sudah mulai dengan Roh, seharusnya kita akhiri dengan Roh juga. Marilah kita memiliki sampai akhir yaitu mengawali dengan Roh dan mengakhiri dengan Roh.(ABU)

RENUNGAN
Orang-orang yang memiliki iman sampai akhir MENGAWALI dengan ROH dan MENGAKHIRI dengan ROH juga!

APLIKASI
1. Koreksi kehidupan Anda, apakah dalam menghadapi segala sesuatu Anda mengandalkan Roh ?
2. Hal apa yang Anda dapati ketika Anda mengawali dan mengakhiri segala sesuatu dengan roh ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa dalam nama Yesus, ajar kami untuk memiliki iman sampai akhir yaitu mengawali dengan ROH dan mengakhiri dengan ROH agar setiap kesulitan dapat kami hadapi. Amin