Mengendalikan Perkataan

Renungan Keluarga Allah
Kamis, 10 November 2016

BACAAN HARI INI

Yakobus 1:2-21

RHEMA HARI INI

Yakobus 1:19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah

Kunci dari segala macam hubungan, baik itu hubungan suami-istri, keluarga, pekerjaan, pertemanan maupun bisnis, adalah komunikasi. Dimana penelitian membuktikan bahwa komunikasi yang efektif tergantung dari kemampuan mendengarkan. Namun, kalau kita mau jujur, bukankah seringkali dorongan untuk didengarkan justru lebih kuat dibandingkan dengan kesediaan kita untuk mendengarkan? Mungkin kita merasa bahwa kita memiliki kemampuan mendengarkan yang cukup baik. Hubungan kita dengan kebanyakan orang pun tidak ada masalah yang berarti. Namun, seberapa banyak dari kita yang tidak dapat menahan hatinya ketika merasa dirugikan, dilukai atau dipojokkan? Akhirnya, sebagai bentuk pertahanan atau pembelaan diri, kita menuruti emosi dan mengatakan hal-hal yang tidak dipikirkan terlebih dahulu.

Tidak tanpa alasan firman Tuhan meminta kita lambat untuk berkata-kata. Karena sedikit saja kita memberikan kesempatan bagi diri kita sendiri untuk mengeluarkan duri dalam hati kita, maka akan sulit bagi kita untuk mengendalikannya, apalagi menelannya kembali. Kata demi kata yang semakin tajam itu akan melukai pihak lain. Yang tidak jarang memicunya untuk mengeluarkan kata-kata balasan. Kemudian suasana menjadi tidak enak dan hubungan yang semula baik pun rusak. Kita jugalah yang pada akhirnya merugi.

Saudara, jika Anda menghadapi situasi yang memancing amarah Anda, bawalah emosi Anda tersebut ke hadapan Tuhan. Akan lebih baik jika Anda mengadu kepada Bapa dalam doa, agar Anda menerima ketenangan serta kedamaian dari pada-Nya. Serahkan jugalah hati dan lidah Anda di bawah kendali Roh Kudus, maka Anda akan terhindarkan dari situasi yang tidak diinginkan. Dengan demikian, hubungan Anda pun akan terselamatkan.

Ya, lebih daripada kata-kata yang sarat emosi, Tuhan jauh lebih berkenan jika kita mengucapkan perkataan yang baik, yang dari firman-Nya, yang membangun, menghibur, menguatkan, memulihkan, dan mendatangkan sukacita serta berkat yang besar. Demikianlah kita memuliakan serta menyenangkan hati-Nya melalui perkataan kita. (MV.L)

RENUNGAN

PERKATAAN YANG TIDAK DIKENDALIKAN dapat membuat kita TERJEBAK DALAM BERBAGAI MASALAH DAN SITUASI yang tidak menyenangkan

APLIKASI

  1. Seberapa sering Anda merasa terjebak dalam masalah dan situasi yang tidak menyenangkan?
  2. Coba pikirkan kembali, menurut Anda apakah yang biasanya menjadi penyebab masalah dan situasi tersebut?
  3. Apa yang dapat Anda lakukan untuk mulai mengendalikan perkataan dan menghindari berbagai masalah dan situasi yang tidak enak?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa, kami mengucap syukur karena pada hari ini Engkau mengingatkan kami kembali akan pentingnya menjaga perkataan kami. Kami mau ya, Tuhan, untuk menyerahkan kendali lidah kami kepada Roh Kudus. Biarlah Engkau melatih lidah kami untuk senantiasa memperkatakan perkataan yang berkenan di hati-Mu dan membangun sesama.
Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Hakim-hakim 16-18