Mengganti Sungut-Sungut Dengan Pujian

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
2 Tawarikh 20:1-37

RHEMA HARI INI
2 Tawarikh 20:22 Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.

Masalah seringnya datang berombongan dalam hidup kita. Belum selesai yang satu, yang lain, dan bahkan yang lebih besar lagi menghampiri. Masalah yang Sella hadapi saat ini bukan hanya banyak, tetapi juga besar dan berat. Belum juga ia terbiasa dengan tanggung jawab barunya sebagai ketua tim di kantor, timnya terlibat bentrokan kepentingan dengan tim lain. Ia bahkan difitnah dan dijadikan kambing hitam. Bukan hanya di kantor, di rumah ia masih harus menghadapi pertengkaran orangtuanya yang semakin besar setiap harinya. Seolah belum cukup semua permasalahannya, adiknya kecelakaan dan meninggal dunia. Rasanya Sella sudah tidak sanggup lagi menanggung semua hal yang bertubi-tubi memukulnya.

Semua hal itu pun bisa saja terjadi pada diri kita sendiri. Hidup kita mengalami banyak permasalahan dan kita begitu berbeban berat. Sebagian mungkin karena kesalahan kita sendiri. Namun, sebagian lagi karena hal-hal yang tidak dapat kita kendalikan, seperti tindakan orang lain, sakit-penyakit, kecelakaan, bencana alam, dan kehilangan orang yang kita kasihi. Semua yang terjadi pun memukul, bahkan menghantam hati kita sampai hancur berkeping-keping.

Saat kita tertekan, putus asa, dan tidak berdaya, mudah bagi kita untuk menjadi marah dan bersungut-sungut. Namun, marilah kita belajar dari Yosafat dan bangsa Yehuda. Ketika mereka berada dalam keadaan terjepit karena diserang oleh bangsa-bangsa yang bersekutu menyerang mereka, mereka tidak sibuk mengepak barang mereka atau menyalahkan Tuhan. Ketakutan boleh melanda. Keputusasaan boleh menerjang. Namun iman tidak pernah meninggalkan hati mereka. Karena iman, bukan sungut-sungut yang keluar dari bibir mereka, tetapi puji-pujian. Marilah kita meninggikan dan membesarkan nama Tuhan, sehingga Allah tidak bisa lagi berdiam diri. Percayalah, Tuhan sendiri yang akan bertindak dan mengubahkan keputusasaan kita menjadi keberkuasaan. Dia akan memberikan kita mujizat kesembuhan batin dan menyertai kita untuk melakukan perkara-perkara besar bersama-Nya. (MV.L)

RENUNGAN
Gantilah sungut-sungut dengan PUJI-PUJIAN, maka kita akan melihat Allah BANGKIT dan MENGUBAHKAN masalah kita menjadi KEMENANGAN BESAR.

APLIKASI
1. Ketika Anda sedang berputusasa, apakah yang lebih sering keluar dari hati dan bibir Anda?
2. Mengapa Anda perlu memuji Tuhan di tengah keputusasaan?
3. Bagaimana Anda dapat mengubah sungut-sungut Anda menjadi puji-pujian?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih atas kasih setia-Mu pada kami. Kami menyadari, meski gelombang permasalahan melanda hidup kami, Engkau selalu ada bersama kami. Tidak pernah meninggalkan kami sendiri. Tapi tangan-Mu Tuhan memegang kami erat dan menuntun kami di jalan kemenangan-Mu. Kau sembuhkan batin kami dan ubahkan air mata kami menjadi tari-tarian. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.