Mengubah Kasih Manusia Dengan Kasih Allah

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Yohanes 13:33-35

RHEMA HARI INI
Yohanes 13:34-35 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”

Kebanyakan orang dapat mengasihi sesama saat semuanya baik. Banyak orang dapat mengampuni ketika orang lain meminta maaf terlebih dahulu. Banyak istri atau suami dapat saling mengasihi jika pasangannya bisa melakukan tepat seperti yang diinginkan. Banyak orangtua atau anak yang saling mengasihi saat semuanya saling berbuat baik. Kenyataannya, hidup dalam keluarga pasti ada saja konflik yang timbul. Perbuatan atau perkataan yang menjengkelkan, mengecewakan, dan menyakitkan. Ketidakjujuran, kecurangan, sampai pengkhianatan. Jika kita hanya mengandalkan kasih manusia atau Phileo, yaitu kasih yang dihasilkan berdasarkan situasi dan kondisi, maka pernikahan kita akan sangat rentan dengan perselingkuhan, sampai bisa berakhir dengan perceraian.

Karena itu, penting sekali untuk mengubah kasih Phileo dengan kasih Agape. Dari kasih manusia menjadi kasih Allah dalam pernikahan dan keluarga kita. Agape bukanlah jenis kasih yang tergantung situasi dan kondisi. Kasih Agape menyanggupkan kita memberikan pipi kanan ketika pipi kiri ditampar. Kasih Agape memampukan kita mengatakan, “Tuhan, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Memberi kita kemampuan untuk mendoakan, memberkati, dan mengasihi orang yang membenci, menyakiti, dan merugikan kita. Mengasihi orang yang tidak layak dikasihi, itulah kasih Agape.

Bila kita merasa tidak mampu mengasihi dengan kasih Agape, ingatlah apa yang telah Tuhan Yesus lakukan bagi kita di kayu salib. Apakah kita pantas menerima pengorbanan-Nya yang begitu luar biasa, apa hidup kita sudah demikian baik, tidak bercacat dan tidak bercela hingga kita patut menerima kasih-Nya? Hanya oleh anugerah-Nyalah kita dilayakkan. Karena itulah Yesus memberi perintah baru kepada kita untuk saling mengasihi, seperti Dia telah lebih dahulu mengasihi kita. Sadari Siapa dan apa yang telah Yesus lakukan bagi kita, maka dengan sendirinya kasih Agape akan datang dan mengalir dalam hati kita, sehingga pernikahan kita terhindari dari perselingkuhan dan mujizat pemulihan keluarga pun terjadi. (PF)

RENUNGAN
UBAH KASIH MANUSIA dengan KASIH ALLAH dalam pernikahan dan keluarga kita.

APLIKASI
1. Kasih apakah yang mendominasi dalam pernikahan dan keluarga Anda saat ini?
2. Apa yang membuat Anda kesulitan untuk mengasihi dengan kasih agape?
3. Apa yang Anda rasakan bila mengingat pengampunan dan pengorbanan Tuhan Yesus bagi Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, maafkan kami bila kami sulit untuk mengampuni dan melupakan kesalahan orang kepada kami, sehingga hati kami menjadi pahit. Tuhan, tolong kami untuk menumbuhkan benih kasih Agape yang telah Kau berikan pada kami. Supaya kami dapat mengampuni dan mengasihi seperti Engkau telah mengampuni dan mengasihi kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.