Menjadi Jubah Yesus

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Markus 8:34-38

RHEMA HARI INI
Markus 8:34 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Semua manusia selalu mengenakan pakaian untuk menutupi bagian tubuhnya. Pakaian menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari manusia dan dari pakaian yang kita kenakan itu sedikit banyak mencerminkan bagaimana karakter kita sesungguhnya. Kemanapun kita pergi, pakaian selalu kita kenakan. Sehingga yang namanya pakaian pasti selalu melekat pada tubuh manusia.

Ibarat pakaian yang kita kenakan, kita yang percaya Tuhan Yesus adalah gambaran sebagai ‘jubah’ Yesus. Jubah Yesus yang dikenakan memiliki kuasa yang sangat besar. Lihatlah perempuan yang menderita pendarahan selama 12 tahun dan mengalami kesembuhan ketika berjumpa Yesus. Dia tidak menyentuh tubuh Yesus, tetapi perempuan itu menyentuh sesuatu yang sudah lebih dulu menyentuh Yesus, yaitu menyentuh sesuatu yang sudah pernah menempel kepada Yesus. Ya, jubah Yesus selalu menempel pada tubuh Yesus dan itu adalah kita semua yang percaya kepada-Nya.

Setiap kita harus menjadi orang yang menyentuh Roh Kudus. Kita harus menjadi anak Tuhan yang menempel pada Roh Kudus. Dengan demikian, saat kita keluar, maka kita akan menjadi jubah Yesus yang berjalan. Dan kemanapun kita pergi dan menyentuh/disentuh orang lain, maka orang lain akan dijamah. Orang lain menyentuh kita, maka orang itu diselamatkan. Orang dekat dengan kita, orang itu dipulihkan. Orang mendekat kepada kita, orang itu disembuhkan. Jika kita menjadi ‘jubah’ Yesus, artinya orang yang menjamah kita menjamah Yesus. Menjamah Yesus artinya, akan ada kuasa yang besar yang keluar dari diri kita, yang sakit disembuhkan, yang susah dihiburkan, yang lemah dikuatkan. Itulah namanya berjalan dalam kuasa Roh Kudus. Alkitab memberikan pesan dari Tuhan kepada kita: “Anakku, kalau orang biasa yang tertulis di kitab ini bisa, maka engkaupun juga bisa!” Oleh karena itu, jadilah ‘jubah Yesus’ yang selalu melekat kepada-Nya dan setia mengikut Yesus kemanapun Dia pergi. Sehingga akan banyak mujizat besar terjadi, bukan hanya bagi diri kita tetapi bagi banyak orang juga.(LEW)

RENUNGAN
Menjadi ‘JUBAH YESUS’ bagi dunia berarti MELEKAT dan SETIA MENGIKUT YESUS ke mana pun Dia pergi.

APLIKASI
1. Apakah saat ini Anda sudah menjadi “jubah Yesus” yang benar? Jika sudah atau belum, mengapa?
2. Bagaimana Anda tahu bahwa hidup Anda sudah melekat pada Yesus?
3. Apa saja yang akan Anda lakukan sebagai “jubah Yesus” yang benar? Sebutkan!

DOA HARI INI
“Bapa, kami sungguh bersyukur karena Kau menjadikan kami jubah-Mu. Jadikan kami jubah-Mu yang benar, yang selalu melekat dan setia mengikut Engkau sampai akhir. Kami mau menjadi alat-Mu yang Kau pakai kemanapun Kau mau. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.