Menjadi Yang Terdahulu Dalam Menyelamatkan Jiwa

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Matius 19:27-30

RHEMA HARI INI
Matius 19:30 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

Januardi lahir dan dibesarkan dalam keluarga nasrani. Meski ia sudah menjadi Kristen sejak kecil, tetapi ia jarang sekali melayani di gereja, apalagi memberitakan Injil. Setiap harinya, ia bekerja sebagai marketing yang selalu berkeliling dari satu tempat ke tempat lain, hingga ke luar kota. Waktunya selalu habis di jalanan. Karena sulitnya ekonomi, Januardi tertekan dan lebih giat dalam bekerja, sehingga ia tidak pernah menyampaikan firman untuk menjangkau jiwa-jiwa baru yang ada di dekatnya.

Berbeda dengan adik sepupunya, Febriani, yang kedua orangtuanya tidak percaya Tuhan. Ia baru saja mengenal Yesus, tetapi langsung aktif dalam pelayanan gereja. Meski baru lulus kuliah dan sedang mencari pekerjaan, Febriani tetap fokus menjangkau jiwa bersama tim pelayanan di kotanya. Tak disangka, ia tiba-tiba ditawarkan pekerjaan yang pendapatannya jauh lebih tinggi dari penghasilan Januardi. Seorang pengusaha kaya yang dikenalnya lewat penjangkauan jiwa memberikan posisi manager di perusahaannya.

Ya, ada berkat khusus yang Tuhan sediakan bagi orang-orang yang memiliki dedikasi penuh dalam selamatkan jiwa. Tuhan tidak pernah memandang siapa yang lebih dahulu percaya kepada-Nya dan siapa yang belakangan. Tuhan hanya ingin kita tidak menjadi yang terakhir dalam menyelamatkan jiwa bagi-Nya. Saat kita bisa menangkap kerinduan Tuhan untuk jiwa-jiwa, dan mendahulukan kepentingan Kerajaan-Nya di atas kepentingan pribadi kita, Tuhan pun berjanji untuk memberikan mujizat seratus kali lipat. Oleh karena itu, buanglah keragu-raguan kita dan tangkap rhema Tuhan untuk ikut dalam arus kegerakan mujizat keselamatan jiwa yang hendak dibuat-Nya.

RENUNGAN
JANGAN mau MENJADI YANG TERAKHIR dalam MENYELAMATKAN JIWA bagi Tuhan.

APLIKASI
1. Apa yang selama ini menghalangi Anda untuk bisa menyelamatkan jiwa bagi Tuhan?
2. Mengapa Tuhan tidak ingin Anda menjadi yang terakhir dalam menyelamatkan jiwa?
3. Setelah mengetahui kebenarannya, apa yang akan Anda lakukan untuk menyelamatkan jiwa?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, terima kasih Kau telah memberikan kami kesempatan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang ada di sekitar kami. Kami mau Engkau pakai lebih lagi, ya Bapa, untuk terus bisa memuliakan nama-Mu lebih lagi. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.