Menuai Karena Menabur Dengan Sukacita

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Kejadian 28: 10 -22

RHEMA HARI INI
Kejadian 28:22b Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu.

William merupakan seorang anak lelaki dari politisi ternama di Inggris kala itu. Namun karena membela negara koloni Inggris, ayahnya terpaksa berpidah ke Amerika untuk mengamankan keluarganya. Mereka berlayar dan tinggal di perkebunan Hartford, kota Maryland. Disana ayah William bekerja sama dengan rekannya untuk membuat sabun dan lilin. Namun usaha ayahnya itu berkali-kali gagal dan akhirnya mereka memutuskan untuk berkebun. William akhirnya memutuskan untuk memulai usaha sendiri. Ia percaya bahwa Tuhan akan selalu membantunya dalam setiap hal, termasuk pekerjaan dan keungan keluarganya.

Suatu hari, temannya yang bekerja di kapal mengatakan suatu hal yang berharga. “Berikan hatimu bagi Kristus. Berilah kepada Kristus apa yang menjadi milik-Nya. Buatlah sabun dengan jujur. Berikan persembahanmu dengan jujur…dan seseorang akan menjadi pembuat sabun ternama di New York. Orang itu mungkin saja kamu.” Perkataan itu melekat di hati William dan juga ia menerima rhema dari ayat alkitab kejadian 28:20-22 tentang Yakub yang memberikan persembahan bagi Tuhan. Tahun 1804, William diterima sebagai pegawai magang di sebuah perusahaan sabun. Ia mendapat banyak pengajaran untuk membuat sabun yang baik. Namun perusahaan itu tutup di tahun 1806, tetapi William percaya bahwa jalannya semakin terang. Ia memulai usaha sendiri dan dalam waktu 6 bulan saja, ia sudah bisa menghasilkan banyak produk baru berbahan dasar kanji. Ia menjadi sangat sukses dan tak lupa mempersembahkan persembahan sulung, perpuluhan, hingga menyerahkan semua penghasilannya untuk Tuhan. Nama lengkapnya William Colgate, yang hingga saat ini merk dagang ini masih ada di pasaran.

Jika kita melihat kuasa yang besar dalam menabur, kita bisa menikmati tuaian besar pula! Seperti Colgate yang bisa melihat kuasa yang besar dalam mengutamakan Tuhan dalam persembahan, bisakah kita juga melihatnya dan menghidupinya? Ketika kita bisa melihat kuasa yang besar dalam menabur, maka kita akan menabur dengan sukacita, bahkan kita tidak akan segan-segan untuk terus memperbesar taburan serta persembahan kita kepada Tuhan. Saat itulah kita akan mengalami sukacita menuai yang luar biasa.

RENUNGAN
Ketika kita bisa melihat KUASA YANG BESAR dalam menabur dan juga TUAIAN yang akan kita alami, kita pasti akan MENABUR DENGAN SUKACITA.

APLIKASI
1. Apakah Anda sudah bisa memberikan yang terbaik untuk Tuhan saat ini?
2. Apa halangan Anda untuk bisa menabur dengan suka cita?
3. Komitmen apa yang Anda lakukan ketika mengetahui kebaikan Tuhan ini?

DOA HARI INI
Ya Bapa, kami sadar bahwa kasih-Mu akan selalu ada di hati masing-masin dari kami. Engkaulah yang mengasihi kami terlebih dahulu, sehingga apa yang Engkau berikan kepada kami itu adalah yang terbaik. Bapa ajari kami untuk bisa membalas kasih setia-Mu, memberikan sebagian apa yang telah Engkau berikan kepada kami. Terima kasih Bapa, hanya dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.