Menyalibkan Kedagingan

Renungan Keluarga Allah
Minggu, 11 Desember 2016

BACAAN HARI INI

Markus 8:34-38

RHEMA HARI INI

Markus 8:34 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Pada tahun 1643, seorang asisten tukang sepatu yang masih belia pergi ke Atherstone, Inggris, untuk tujuan bisnis. Di sana, ia bertemu dengan sepupunya dan seorang teman dari sepupunya tersebut. Mereka berdua mengundangnya untuk minum sebotol bir di sebuah kedai minum. Karena haus, ia pun bergabung bersama mereka. Setelah masing-masing dari mereka minum segelas bir, sepupu dan temannya memutuskan untuk melihat siapa yang mampu minum paling banyak. Lalu, siapa pun yang berhenti minum terlebih dahulu, ialah yang harus membayar tagihan minum mereka. Hal ini mengejutkan si asisten tukang sepatu. Ia bangkit dari kursinya, mengeluarkan uang yang cukup untuk membayar semuanya dan berkata, “Jika demikian halnya, aku akan pergi.” Setelah itu, ia meninggalkan kedai minum tersebut dan menghabiskan malam itu dengan menyusuri jalan-jalan di kota itu, berdoa dan berseru kepada Tuhan. Kemudian Tuhan mengatakan hal berikut, seperti yang dicatatnya pada buku hariannya, “Engkau telah melihat bagaimana orang muda menjadi sombong dan orang-orang tua mati, engkau harus menjauhi mereka semua, dan bersikaplah seperti orang asing kepada mereka.” Pria muda ini meninggalkan kerabat dan rumahnya dan menjadi pengelana di Inggris. Ia konsisten dengan perintah Tuhan, dan menjaga hidupnya dengan menjauhi pesta pora dan mabuk-mabukan. Tuhan pun memelihara hidupnya. Namanya? George Fox, pendiri dan pemimpin Quakers, kelompok orang percaya dengan paham “Tuhan tinggal dalam hati setiap orang percaya.” Mereka menentang ajaran agama Kristen tradisional yang dipenuhi ritual.

Ketika George Fox berani mengambil keputusan menjauhi hal-hal duniawi, maka perkara-perkara rohani dengan mudah berperkara dalam hati dan kehidupannya. Di saat kita berharap terobosan terjadi dalam hidup kita, tidak ada jalan lain selain belajar menyalibkan kedagingan kita. Tinggalkan keduniawian dan undanglah Roh Kudus masuk dalam hati kita. Hal itu akan bermanifestasi dalam hidup kita, terobosan kesehatan akan terjadi, pekerjaan kita akan diberkati, keluarga kita dipulihkan, keuangan kita diberkati luar biasa, dan kita akan semakin dekat dengan pribadi-Nya. Amin.

RENUNGAN

Hanya ketika kita bersedia MENYALIBKAN KEDAGINGAN kita, maka kita dapat MENEMPEL ERAT PADA ROH KUDUS

APLIKASI

  1. Sudahkah Anda hidup dengan menyalibkan kedagingan Anda selama ini? Kenapa?
  2. Menurut Anda, bagaimanakah cara hidup yang Tuhan kehendaki dari Anda?
  3. Apa komitmen yang dapat Anda ambil untuk belajar menyalibkan kedagingan Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Ya, Tuhan, kami mau menempel erat pada-Mu. Tuntun kami, agar kami dapat belajar menyalibkan kedagingan kami dan hidup untuk kepentingan kerajaan-Mu. Biarlah kami melihat terobosan demi terobosan Engkau genapi dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.“

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Mazmur 25, 29, 33, 36, 39