Menyingkapkan Hati Yang Terselubung

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
2 Korintus 3:10-18

RHEMA HARI INI
2 Korintus 3:16-17 Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.

“Ah, kalau mau foto-foto, jangan pakai HP-ku, pakai HP kalian saja,” ujar Mila saat sedang makan bareng teman-temannya. “Lho, kenapa Hp-mu?” tanya Rina bingung. Setahunya, ponsel Mila termasuk produk yang kameranya bagus. Mila pun mencoba mengambil foto makanan dengan ponselnya, dan sambil memperlihatkan hasilnya ia berkata, “Lihat, kan? Gambarnya buram dan gelap. Sepertinya kamera atau software-nya rusak.” Sejenak Rina memandangi ponsel Mila dan mengambil selembar tisu, kemudian ia menyeka lensa kamera di bagian belakang ponsel tersebut. Hasilnya, ketika Rina mengambil foto kembali, gambarnya terang dan tajam. Mila benar-benar tak habis pikir, ternyata masalahnya ada pada debu dan kotoran tak terlihat yang menumpuk di lensa kamera ponselnya.

Seperti lensa kamera yang menjadi kotor, seiring perjalanan kita sebagai orang Kristen, mata hati kita pun bisa terburamkan oleh “debu” dan “kotoran” dunia ini. Kalau kita tidak awas, segala ketakutan dan kekuatiran dunia perlahan-lahan akan menyelubungi hati kita dan membutakannya. Pada akhirnya, kita tidak lagi dapat menangkap kebenaran yang ingin Tuhan sampaikan melalui firman-Nya yang tertulis di Alkitab. Kita pun menjadi sulit percaya ketika membaca ayat-ayat firman tentang kesembuhan. Kita ragu; apakah semua itu berlaku untuk kita?

Hari ini, bila kita menyadari bahwa itulah yang sedang terjadi, segeralah mendekat kembali kepada Tuhan. Sebab Tuhan berjanji, kepada siapa yang membalikkan hatinya kepada Tuhan, Dia akan mengambil selubung itu dari hati kita. Bersihkanlah hati kita dari kekuatiran yang menumpulkan iman kita. Jangan pernah kompromikan “debu” sekecil apa pun itu, maka Tuhan pun akan mencelikkan mata hati kita dan menjadikannya terang. Rhema demi rhema serta pewahyuan yang menguatkan manusia roh kita dapat kita terima. Semakin hari, kita pun semakin mengenal-Nya dan kuasa kebangkitan-Nya, sehingga akhirnya mujizat kesembuhan besar bekerja dalam dan melalui hidup kita. (MV.L)

RENUNGAN
Untuk bisa MENERIMA FIRMAN YANG HIDUP saat membaca firman Tuhan, maka SELUBUNG HATI kita harus DIAMBIL dari hidup kita.

APLIKASI
1. Hal apa sajakah yang saat ini menyelubungi hati Anda?
2. Mengapa selubung hati Anda harus diambil?
3. Bagaimana Anda dapat menyingkirkan selubung itu dari hati Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, kami akui ada banyak hal yang terjadi dalam hidup kami yang menjadi selubung hati kami, sehingga kami pun tidak dapat menangkap kebenaran firman-Mu. Ampuni kami, Tuhan. Kami mau kembali meneguhkan iman kami, celikkan mata hati kami, sehingga kami dapat menerima pewahyuan dari-Mu dan mujizat kesembuhan besar bekerja dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.