Mewujudkan Visi Dengan Kuasa Allah

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Markus 11:20-26

RHEMA HARI INI
Markus 11:24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Yang termiskin di antara yang termiskin. Itulah kondisi keluarga tempat Enoch Adejare Adeboye terlahir di Barat Daya Nigeria. Saking tidak punya apa-apa, bahkan orang miskin pun memanggil mereka miskin. Meski demikian, hati mereka tidak pernah menjadi miskin. Tak peduli kondisi yang terlihat, Esther, ibu dari E.A. Adeboye berani memiliki visi besar bahwa hidup anaknya akan selalu naik. Tak sehari pun ia absen berkata kepada anaknya, “Kamu akan berbicara dan jutaan orang akan menjawabmu.” Orang-orang lain yang mendengarkan perkataan itu mungkin berpikir bahwa ia terlalu mengkhayal atau sedang menyangkali keadaan. Namun, ucapan itu menjadi perkataan profetik yang bekerja secara luar biasa dalam hidup E.A. Adeboye kecil.

Boleh jadi ia menjadi orang yang tidak pernah memakai sepatu selama delapan belas tahun hidupnya dan sempat diragukan guru-guru di masa awal sekolahnya, tetapi nyatanya ia berhasil menyabet beberapa gelar dalam bidang matematika dan sains. Ia bahkan sempat menjadi dosen matematika. Sampai akhirnya ia terpanggil untuk menggembalai sebuah gereja. Saat itulah visi Esther mulai terwujud nyata. Di bawah pimpinan Roh Kudus, E.A. Adeboye berhasil mengembangkan gereja RCCG yang dipercayakan kepadanya dan kini jemaatnya mencapai jutaan, bahkan belasan juta jiwa.

Benar, kita tidak pernah boleh meremehkan kekuatan sebuah visi, terlebih lagi visi yang diilhami oleh Tuhan. Sadari juga bahwa Roh Kudus ada dalam kita, sehingga kuasa mencipta dapat bekerja melalui doa-doa kita. Tergantung apakah kita mempercayainya atau tidak. Karena itu, apa pun visi yang Tuhan berikan, jangan pernah lepaskan, sesulit apa pun kelihatannya. Setiap kali merenungkan firman, imajinasikan visi itu mewujud nyata. Bawa dalam doa dan deklarasikan perkataan profetik, kemudian jadikan gambar visi itu dengan bahasa roh. Saat kita terus mengimani dan menubuatkannya, kuasa Allah akan terlepas dan menjadikan gambar visi kita menjadi nyata. (MV.L)

RENUNGAN
Lepaskan KUASA ALLAH melalui DOA PROFETIK dan BAHASA ROH untuk menjadikan VISI yang Tuhan berikan NYATA.

APLIKASI
1. Visi apakah yang Tuhan berikan kepada Anda?
2. Mengapa Anda perlu berdoa profetik dan berbahasa roh untuk visi tersebut?
3. Doa profetik apa yang dapat Anda perkatakan untuk visi dari Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih untuk visi yang Engkau berikan kepada kami. Bapa, kami ingin berjalan dalam tuntunan-Mu, ajari kami bagaimana melepaskan kuasa mencipta, sehingga visi itu bisa menjadi nyata. Pakailah hidup kami untuk memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.