Minta Kepenuhan Roh Kudus Dengan Hati Yang Lapar

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
2 Raja-raja 2:1-18

RHEMA HARI INI
2 Raja-raja 2:9 Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu.” Jawab Elisa: “Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu.”

Juli 1965 pengkhotbah dari Institut Injil Indonesia bernama Detmar Scheunemann bersama tim datang ke Soe. Tim tersebut mulai secara rutin mengadakan pertemuan doa di sebuah gereja Presbyterian yang ada di sana. Suatu hari saat mereka sedang berdoa, tiba-tiba terdengar suara angin kencang. Sadar dengan apa yang sedang terjadi, sebagian diantaranya merasa ketakutan dan mulai kuatir. Meski begitu mereka terus berdoa. Sebagai anggota gereja Presbyterian, doa-doa yang mereka panjatkan sudah ditulis di dalam selembar kertas dan dibacakan secara berurutan. Mereka juga akan berdoa secara bergiliran dengan teratur. Tapi di malam itu, ketika angin kencang itu mulai mengguncang, mereka semua mulai berdoa serempak. Mereka bahkan berdoa diluar dari apa yang sudah tercatat di lembaran kertas itu. Bahkan pendeta gereja sekalipun tak mampu mengontrol kondisi yang terjadi.

Angin berhembus makin kencang. Tapi sesi doa masih terus mereka lakukan. Tanpa sadar gaya baru menyembah Tuhan seakan-akan lahir saat itu. Mereka mulai mengangkat tangan, memuji dan mengucap syukur. Beberapa lainnya memuji Tuhan dengan bahasa-bahasa yang baru, yang beberapa diantaranya adalah bahasa Perancis, Jerman, Inggris dan Ibrani. Selama melakukan penyembahan seperti itu, suara-suara orang banyak terdengar dari luar gereja. Rupanya banyak orang yang datang berbondong-bondong melihat ada api yang akan membakar gereja. Untungnya, api itu sama sekali tak menghanguskan gereja itu. Dengan perasaan takjub, semua orang yang hadir percaya bahwa itu adalah pekerjaan Tuhan dan lawatan Roh Kudus yang sedang melanda secara luar biasa.

Tim yang menerima lawatan Roh Kudus ini sesungguhnya tidak mengerti dengan apa yang sedang mereka doakan serta harapkan, tetapi Allah dengan kuasa-Nya yang tanpa batas menjawab kerinduan hati mereka untuk sebuah kebangunan rohani yang mereka rindukan. Hati yang lapar dan haus untuk sebuah kebangunan rohani dijawab Tuhan secara ajaib dengan menyatakan lawatan Roh Kudus di tengah-tengah mereka. Apalagi kita yang memang sungguh-sungguh mengharap-harapkan kepenuhan Roh Kudus lebih lagi atas hidup kita, Tuhan pasti akan mencurahkan lawatan Roh Kudus-Nya yang semakin dahsyat atas kita, sehingga kita bisa mengalami terobosan yang lebih besar lagi di dalam Tuhan. (ABU)

RENUNGAN
Ayo kita BANGKIT DALAM ROH dan minta KEPENUHAN ROH KUDUS yang lebih besar lagi dengan HATI YANG HAUS DAN LAPAR.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda berdoa untuk menerima baptisan Roh Kudus?
2. Sadarkah Anda bahwa bertumbuh dalam kepenuhan Roh Kudus merupakan suatu proses yang terus-menerus?
3. Komitmen apa yang bisa Anda ambil untuk menanti-nantikan Tuhan agar mengalami baptisan Roh Kudus atau mengalami kepenuhan Roh Kudus lebih lagi?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, kami mau melangkah bersama-Mu lebih lagi. Kami rindu mengalami baptisan Roh Kudus dan penuhilah kami lebih lagi. Biarlah manusia roh kami menjadi hidup dan bertumbuh menjadi raksasa rohani, yang mengerjakan perkara-perkara besar untuk-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.