Musim Berbuah Lebat Sudah Dimulai

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yohanes 4:1-42

RHEMA HARI INI
Yohanes 4:35b Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.

Ada sepasang suami isteri yang tinggal di Belanda yang memelihara seekor anjing. Si suami adalah seorang pemabuk, perokok dan penjudi, sedangkan si isteri seorang yang rajin beribadah ke gereja. Hari minggu jam 9 pagi adalah waktunya rutin ke gereja, setiap kali beribadah, si isteri selalu ditemani oleh anjingnya, dan kebiasaan buruk suaminya berjalan terus. Tahun demi tahun berlalu, seiring waktu si isteri jatuh sakit lalu dipanggil Tuhan. Tinggallah si suami beserta anjingnya, kesedihan tidak bisa disembunyikan, suaminya tinggal menangis, tetapi kebiasaan buruknya belum juga hilang.

Hari minggu datang, ketika akhirnya lonceng jam terdengar pukul 9 pagi, anjing itu meronta dan berusaha untuk keluar dari rumah. Si suami membuka pintu pagar dan mengikuti kemana anjing itu berjalan pergi. Ternyata anjing itu melangkah ke gereja, dan sang suami dengan terpaksa duduk di kursi yang biasa ditempati isterinya di gereja. Hari itu juga si suami dijamah Tuhan, bertobat dan meninggalkan kebiasaan buruknya. Lewat doa isteri dan tuntunan anjingnya dia bertobat dan diselamatkan. Ketika waktunya Tuhan sudah tiba, tidak ada seorangpun dapat menahannya, seekor anjing pun Tuhan bisa pakai untuk memenangkan jiwa.

Pada saat musim berbuah lebat, ranting yang tetap melekat pada pokok pohon akan menghasilkan buah yang lebat. Dan Tuhan sudah menentukan bahwa saat ini adalah musim berbuah lebat, anak Tuhan yang hidup mengandalkan Tuhan, pasti akan menikmati mujizat-Nya. Mujizat kesembuhan, mujizat keuangan, mujizat pemulihan keluarga, dan juga mujizat memenangkan jiwa-jiwa bagi Kerajaan-Nya. Orang yang selama ini tidak punya keberanian untuk bersaksi, Tuhan akan berikan kemampuan bukan hanya bersaksi tetapi juga memberitakan Injil. Dan orang yang selama ini sulit untuk percaya, Tuhan membuat menjadi mudah untuk mendengar dan percaya, bukan hanya satu tetapi sepuluh, bahkan seratus jiwa akan diselamatkan. Tidak hanya di dalam gereja, tetapi di kantor, di sekolahan, di desa, di kota, dimana pun Tuhan tempatkan kita, kita akan berbuah banyak. Seluruh kota akan dibangkitkan, juga bangsa-bangsa akan datang dan mengaku Yesus adalah Tuhan.

RENUNGAN
Sadarilah bahwa saat ini MUSIM BERBUAH LEBAT sudah DIMULAI.

APLIKASI
1. Buah lebat apakah yang diharapkan Tuhan dari hidup kita?
2. Bagaimana supaya kita bisa berbuah lebat bagi Tuhan?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil supaya Anda bisa berbuah lebat bagi Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, ajar kami mengerti kehendak-MU dalam hidup kami untuk kami bisa berbuah banyak bagi Kerajaan-MU. Biarlah kami menjadi anak-anakMU yang menyenangkan hati-MU dengan menghasilkan buah-buah jiwa yang diselamatkan untuk kemuliaan nama-MU. Terimakasih Bapa. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.