Nyanyian Pujian Yang Membawa Kemenangan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Yesaya 61:1-10

RHEMA HARI INI
Yesaya 61:3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan-Nya.

Anda pernah menonton animasi “Inside Out”? Film tersebut menampilkan tokoh Riley, seorang anak perempuan sebelas tahun, yang pindah rumah dari Minnesota ke San Francisco. Mengadaptasi teori Psychoevolutionary Robert Plutchik, film ini menceritakan lima emosi dalam diri Riley. Kelima emosi itu —Fear, Anger, Joy, Disgust, dan Sadness—berjuang menanggapi kesulitan Riley beradaptasi di kota yang baru. Sejak kecil, perasaan Riley didominasi Joy, Si Kegembiraan, yang membuat Riley selalu ceria. Namun, saat harus beradaptasi di kota baru, banyak konflik mulai terjadi antara kelima emosi itu. Pada akhir cerita, Joy yang lebih dominan, mampu membawa kebahagiaan dan keseimbangan emosi dalam diri Riley.

Kisah Riley dalam film “Inside Out” menggambarkan rumitnya pergumulan emosi setiap manusia saat menghadapi persoalan hidup. Pada saat itu, emosi yang paling dominan akan mendorong reaksi ekspresi, baik fisik maupun verbal. Sebagai orang yang diurapi Tuhan, tertulis dalam Yesaya 61:3, ternyata kita memiliki karunia yang disebut nyanyian puji-pujian. Karunia itulah yang seharusnya menjadi kekuatan kita untuk menghadapi berbagai pergumulan hidup. Karunia itu jugalah yang membuat Paulus selalu menang dalam setiap pergumulan berat, seperti yang dinyatakannya di dalam Kolose 3:16-17.

Terjemahan Bahasa Inggris “nyanyian puji-pujian” di dalam Yesaya 61:3 ditulis sebagai “The Garment of Praise”, jubah pujian. Jubah itu harus selalu kita pakai untuk menahan segala terpaan permasalahan hidup. Jubah itu berupa pujian nyanyian yang berasal dari hati, bukan sekadar lagu hafalan, tetapi melodi dan perkataan yang secara spontan keluar tertuju kepada Tuhan. Inilah yang harus kita kenakan untuk mencegah sungut-sungut dan kata-kata negatif keluar dari hati kita. Persoalan apakah yang sedang Anda hadapi hari ini? Kenakanlah segera jubah pujian! Inilah saatnya Anda menjadi bukti bagaimana kuasa Allah bangkit dan mujizat kesembuhan batin dinyatakan. Dia pasti menyerakkan semua masalah serta memberikan kemenangan besar dalam setiap permasalahan hidup Anda.

RENUNGAN
GANTILAH semangat yang pudar dengan NYANYIAN PUJI-PUJIAN, maka kita akan melihat Tuhan MENGUBAH keputusasaan menjadi KEBERKUASAAN.

APLIKASI
1. Apa sajakah permasalahan yang sedang Anda hadapi saat ini?
2. Mengapa Anda perlu mengganti semangat Anda yang pudar dengan nyanyian puji-pujian?
3. Puji-pujian seperti apa yang dapat Anda naikkan kepada Tuhan di tengah keputusasaan yang tengah Anda alami?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami bersyukur atas setiap anugerah yang sudah Kau berikan dalam hidup kami. Hanya oleh karena kemurahan dan kasih-Mulah kami ada sampai saat ini. Kami mohon ampun atas setiap dosa-dosa kami. Layakkanlah kami untuk masuk takhta kudus-Mu dan menyerahkan setiap permasalahan kami. Kami percaya Engkau adalah Allah Yang Setia dan Mahakuasa, satu-satunya sumber pertolongan dan pengharapan kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.