Pahamilah Bahasa Maaf

Renungan Keluarga Allah
Selasa, 19 Juli 2016

BACAAN HARI INI

Amsal 16:1-33

RHEMA HARI INI

Amsal 16:6 Dengan kasih dan kesetiaan, kesalahan diampuni, karena takut akan TUHAN orang menjauhi kejahatan.

Tentu Saudara pernah mendengar kisah Yakub dan Esau (Kejadian 22-33). Yakub melarikan diri dari Esau karena ia mendapatkan hak kesulungan dan berkat Esau dengan cara yang licik. Yakub lari kepada Laban, pamannya, dengan dalih mencari istri. Dua puluh tahun kemudian Yakub pulang bersama keluarga besarnya dan melewati tanah Seir, milik Esau. Tentu saja Yakub masih ingat bahwa Esau pernah ingin membunuhnya. Yakub pun mengirim pesan kepada Esau melalui utusannya dengan bahasa maafnya secara tidak langsung. Yakub menyebut Esau sebagai “tuanku” dan dirinya sebagai “hamba”. Yakub meminta kasih Esau. Tidak sampai di situ saja. Yakub memberi hadiah untuk Esau, berupa kambing, domba, lembu, unta dan keledai. Yakub bahkan membungkuk sampai ke tanah sebanyak tujuh kali saat ia mendekat untuk bertemu muka. Yakub tahu bahwa ia bersalah terhadap Esau. Sebelum bertemu Esau, di tengah-tengah ketakutannya, Yakub berpaling kepada Allah. Yakub memohon kasih setia Allah untuk menyelamatkannya dari tangan Esau. Dan sungguh, Allah menolong dan memberkati Yakub. Esau tidak lagi marah kepada Yakub.

Semua orang pasti pernah mengalami konflik. Semakin dekat kita dengan seseorang, semakin keras juga gesekannya. Sebagian besar konflik yang kita miliki adalah konflik dengan orang-orang terdekat kita, seperti anggota keluarga kita atau sahabat kita. Jika kita memang bersalah, sudah sepantasnyalah kita meminta maaf kepada orang tersebut.

Karakter setiap orang berbeda-beda sehingga bahasa maaf yang kita pakai pun berbeda juga. Kita bisa mengirim utusan, bisa memakai bahasa yang halus dan menunjukkan superioritasnya sebagai pemberi maaf, bisa memberi hadiah sebagai tanda penyesalan, atau bahkan membungkuk (terutama kepada orang tua kita). Tetapi yang paling utama, ketika kita hendak menyelesaikan konflik dengan seseorang adalah kita datang kepada Tuhan dan meminta kasih setiaNya. Sebab hanya Tuhan yang bisa melembutkan dan mengeraskan hati seseorang. Hanya Tuhan yang bisa memberi hikmat kepada kita tentang bagaimana selayaknya kita meminta maaf kepada seseorang. Dan Tuhan tidak akan mempermalukan setiap orang yang percaya kepadaNya. Tuhan pasti menolong kita karena Ia ingin kita sebisa mungkin hidup berdamai dengan semua orang. Dan saat Ia membuka pintu, tidak ada seorangpun yang dapat menutupnya. Pemulihan pasti terjadi!

RENUNGAN

Pahamilah BAHASA MAAF anggota keluargamu, maka PINTU MAAF AKAN TERBUKA dan pemulihan pasti terjadi!

APLIKASI

  1. Konflik apakah yang pernah Saudara alami dengan orang terdekat Saudara? Sudahkah Saudara berdamai dengan orang tersebut?
  2. Jika ya, bagaimanakah Roh Kudus membimbing Saudara sehingga pintu maaf di hati orang tersebut menjadi terbuka? Bagikan!
  3. Jika tidak, maukah Saudara berdoa bersama untuk meminta bimbingan Roh Kudus?

DOA UNTUK HARI INI

Bapa di Sorga, terima kasih karena atas pendamaian yang kami terima melalui Yesus Kristus. Bapa, kami rindu untuk hidup berdamai dengan semua orang. Tolong kami untuk membuka pintu maaf di hati orang yang kami kasihi. Kami percaya saat Engkau yang membuka pintu maka tidak ada yang dapat menutup. Di dalam Nama Yesus, kami berdoa. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Kisah 27-28