Paspor Dan Visa Menuju Dimensi Ilahi

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yohanes 14:1-14

RHEMA HARI INI
Yohanes 14:13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.

Jika kita hendak bepergian ke luar negeri, tidak bisa tidak kita memerlukan sebuah dokumen yang dinamakan paspor. Paspor adalah sebuah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat berwenang yang berisi identitas seseorang yang hendak melakukan perjalanan ke negara lain. Apabila kita pergi ke beberapa negara di Asia Tenggara, biasanya kita hanya memerlukan paspor saja, namun jika kita hendak bepergian ke negara khusus yang lain, kita juga harus memiliki yang dinamakan visa. Visa merupakan dokumen izin seseorang boleh masuk ke suatu negara. Visa menjadi tanda bukti boleh berkunjung kepada penduduk yang hendak berkunjung ke suatu negara yang mempersyaratkan adanya izin masuk.

Tanpa paspor, kita akan ditolak berkunjung ke sebuah negara, karena paspor itu bersifat wajib. Demikian juga dengan visa, jika kita menghendaki pergi ke negara-negara Eropa, Amerika, Australia, Afrika maupun beberapa negara besar lainnya di Asia, visa pun menjadi hal yang wajib dimiliki selain paspor. Jika kita memiliki kedua dokumen tersebut, tentu saja akses kita masuk atau mengunjungi negara lain tersebut sangat besar.

Mengikut Tuhan Yesus pun demikian, sebagai anak-anak kerajaan Allah, setiap kita juga harus memiliki akses menuju kesana. Kita tidak bisa berjalan dengan pikiran kita sendiri jika kita berhubungan dengan Tuhan. Setiap kali kita mau berurusan dengan alam supernatural atau sesuatu yang ilahi, maka kita membutuhkan yang dinamakan iman. Ya, iman adalah paspor dan visa ilahi kita untuk bisa beroperasi dari dimensi jasmani menuju dimensi ilahi. Tanpa iman, maka kita tidak bisa masuk dan tidak akan menerima ijin untuk mengakses segala yang ada dalam dimensi roh. Ingatlah juga, bahwa iman adalah mata uang dalam dimensi Roh. Jadi kita hanya bisa mengambil sesuatu dari dimensi yang ilahi dengan iman. Oleh karena itu, terus latihlah iman kita agar mujizat kesembuhan besar terjadi pada kita. Teruslah berdoa, membangun mezbah pribadi dengan Tuhan, Pondok Daud, membaca firman Tuhan serta memuji dan menyembah Tuhan. Percayalah kesembuhan ilahi pasti akan Tuhan berikan bagi kita. (LEW)

RENUNGAN
IMAN ibarat PASPOR dan VISA untuk menuju ke DIMENSI ILAHI.

APLIKASI
1. Apakah Anda sudah memiliki paspor dan visa menuju dimensi ilahi? Bagaimana Anda mengetahuinya?
2. Adakah penghalang bagi Anda dalam meningkatkan keimanan Anda kepada Tuhan?
3. Bagaimana cara Anda meningkatkan kadar iman Anda, sehingga Anda bisa lebih lagi masuk ke dalam dimensi ilahi?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus kami sungguh bersyukur untuk akses yang sudah Engkau berikan kepada kami. Kami mau meningkatkan iman kami lebih lagi agar kami bisa mengalami dimensi ilahi yang lebih lagi. Sehingga kesembuhan ilahi akan terjadi pada kami ataupun keluarga kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.