Pemulihan Melalui Pengampunan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 18:21-35

RHEMA HARI INI
Matius 18:21-22 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

“Nggak, nggak mau, aku nggak bisa Jo.” Spontan kata-kata itu meluncur dari bibir Tedy saat Josef meminta Tedy melepaskan pengampunan pada Irwan adiknya. Josef bukan tidak tahu besarnya pengorbanan dan kasih Tedy pada adiknya. Berulangkali Tedy harus menghadapi masalah dan mengeluarkan sejumlah besar uang karena ulah Irwan. Kali ini sertifikat rumah warisan orang tua yang mereka tinggali, digadaikan oleh Irwan. Dan Irwan pergi tanpa meninggalkan pesan, Tedy lah yang harus berurusan dengan penagih hutang. Ia harus membayar cicilan sampai lunas atau rumah mereka disita. Habis sudah kesabaran Tedy, ia marah sekali pada adiknya. Hari-harinya jadi suram, usahanya mengalami kemunduran dan Tedy jadi menderita sakit lambung yang cukup parah. Josef bisa mengerti kepahitan hati Tedy.

Malam itu Tedy bermimpi, ia melihat Yesus di kayu salib yang masih tergeletak di tanah dengan tangan terentang dan paku setengah menancap di tangan-Nya. Saat Tedy teringat Irwan, amarah dan kebenciannya timbul, tangannya mengayun dan darah pun menyembur. Di tengah kebingungan Tedy melihat ada palu ditangannya, ternyata ia yang mengayun palu memukul paku di tangan Yesus. Tedy melihat Yesus tersenyum dan berkata, “Untuk inilah Aku disalib, untuk menebus dosa dan kesalahan. Sebab Aku mengasihi orang yang kamu benci.” Tedy membuang jauh-jauh palunya dan menangis sangat keras. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa jika ia tidak mau mengampuni berarti Tuhan harus mengucurkan darah lebih banyak lagi untuk menebus dosa orang yang tidak ia ampuni. Tedy terbangun dengan dada sesak dan terisak. Saat itu juga ia mengambil keputusan untuk mengampuni adiknya dan pemulihan mulai terjadi atas hidup Tedy.

Adakalanya seseorang begitu menyakiti dan melukai batin kita sampai kita kepahitan. Rasanya kita tidak akan bisa mengampuni karena terlalu menyakitkan. Tapi satu-satunya jalan untuk mendapat pemulihan batin hanyalah melalui pintu pengampunan. Tidak ada cara lain, alternatif lain atau cara yang instan. Suka tidak suka, mudah atau tidak, mau tidak mau hanya ada satu jalan pemulihan yaitu lewat pengampunan. Ini yang Tuhan ajarkan, ampuni dan berbuat baiklah pada orang yang berbuat jahat kepadamu. Mengampuni tanpa batas itulah yang diajarkan Tuhan Yesus. Mintalah kekuatan dan kemampuan untuk mengampuni bila kita tak sanggup. Sebab pengampunan sangat penting untuk memulihkan hidup kita, hubungan kita dengan Tuhan dan membawa kesembuhan atas akar pahit yang ada di hati kita. (PF)

RENUNGAN
Tidak ada cara lain untuk mengalami PEMULIHAN HATI DAN JIWA selain melalui PINTU PENGAMPUNAN.

APLIKASI
1. Apakah Anda mempunyai kepahitan dengan seseorang?
2. Coba periksa batin Anda, Anda tidak bisa atau tidak mau mengampuni?
3. Apa yang Anda rasakan jika Yesus yang harus menanggung dosa orang yang tidak kita ampuni? Keputusan apa yang akan Anda ambil?

DOA UNTUK HARI INI
Tuhan Yesus, terimakasih atas pengampunan-Mu kepada kami. Beri kami kemampuan untuk mengampuni orang-orang yang telah menyakiti kami ya Tuhan, beri kami hati yang mengasihi. Cabut semua kemarahan, kecewa dan akar kepahitan dalam hati kami. Biarlah hanya kasih-Mu yang mengisi dan memenuhi hati kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.