Pengampunan Yang Memulihkan

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Kolose 3:5-17

RHEMA HARI INI
Kolose 3:13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

Abraham Lincoln, Presiden Amerika Serikat ke 16, saat masih menjadi pengacara muda, sering berkonsultasi dengan pengacara lain tentang kasus-kasus yang dihadapinya. Suatu hari ia duduk di ruang tunggu untuk menjumpai seorang pengacara senior, tapi ketika tiba waktunya, pengacara itu hanya melihat Lincoln sekilas dan berteriak, “Apa yang ia lakukan disini? Singkirkan ia, aku tidak akan berurusan dengan seekor monyet kaku!” Lincoln berpura-pura-pura tidak mendengar, walaupun ia tahu kalau hinaan itu disengaja. Biarpun malu, ia tetap bersikap tenang. Ketika pengadilan berlangsung, Abraham Lincoln menyaksikan bahwa pengacara senior tersebut bisa membela kliennya dengan brilian. “Nalarnya sangat bagus, argumentasinya tepat dan sangat lengkap, segalanya terlihat sangat rapi dan sudah dipersiapkan dengan baik, aku akan pulang dan belajar lebih giat lagi,” begitu tekad Abraham Lincoln dalam hatinya.

Waktu berlalu, Lincoln menjadi Presiden Amerika Serikat pada bulan Maret 1861. Diantara kritikus utamanya, terdapat Edwin M. Stanton, pengacara yang pernah menghinanya dan melukai hatinya begitu dalam. Namun Lincoln mengangkatnya menjadi sekretaris perangnya, ia tahu tentang kehebatan Stanton, dan negara membutuhkan kemampuannya. Saat Lincoln meninggal, Stanton berkata, “Lincoln adalah mutiara milik peradaban.” Abraham Lincoln memilih untuk mengampuni orang yang membencinya, bahkan memberikan kepercayaan besar kepadanya, dan hasilnya bukan hanya hubungan yang dipulihkan, musuh yang membencinya justru berbalik menjadi sahabat dan penolong yang dapat diandalkan, bahkan pada akhirnya membelanya di depan umum.

Kalau ada orang yang membenci kita, itu bukanlah masalah kita, melainkan orang itulah yang punya masalah. Tetapi saat kita memilih untuk membalas dengan kebencian juga, atau ketika kita terlalu memikirkan kebencian orang lain kepada kita, hati-hati, itu akan membuat hati kita terluka, hati kita akan pahit. Tanpa kita sadari, itu akan menghalangi berkat Tuhan. Disaat kita memberikan pengampunan, kita punya kesempatan besar untuk lepas dari masalah, akar pahit hilang dalam hidup kita, pemulihan hubungan akan terjadi, mujizat kesembuhan batin akan terjadi, kita akan mengalami hidup penuh sukacita dan damai sejahtera. Bahkan berkat dan kasih Allah akan limpah dalam hidup kita.

RENUNGAN
PENGAMPUNAN penting untuk MEMULIHKAN HUBUNGAN yang rusak dan membawa KESEMBUHAN ATAS AKAR PAHIT dalam hati kita.

APLIKASI
1. Adakah sesuatu yang dilakukan orang lain yang sampai melukai hati Anda?
2. Apakah reaksi Anda terhadap peristiwa yang menyakitkan tersebut?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil supaya hubungan Anda dengan orang yang menyakiti Anda bisa dipulihkan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami bersyukur untuk firman-MU yang telah mengingatkan kami supaya kami mengampuni orang yang sudah menyakiti hati kami. Pulihkan hati kami supaya kami tidak menyimpan akar pahit dan bisa membangun hubungan yang baik kembali dengan mereka. Kami percaya hati-MU disukakan melalui ketaan dan penyerahan kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.