Peperangan Dalam Memberitakan Injil

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
2 Korintus 10:1-18

RHEMA HARI INI
2 Korintus 10:5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,

Penginjilan bukanlah sekedar memindahkan jiwa-jiwa terhilang ke gereja. Dalam novel fiksi “Surat-Surat Screwtape”, C.S. Lewis memperkenalkan dua sosok iblis yang berusaha untuk menjaring manusia ke “kubu” mereka. Diceritakan bagaimana Screwtape merasa tidak senang ketika Wormwood, bawahan sekaligus keponakannya, gagal menahan manusianya untuk menjadi Kristen. Namun menariknya, Screwtape menulis dalam suratnya, “Salah satu sekutu besar kita adalah gereja itu sendiri.” Screwtape pun menjelaskan bagaimana manusia bisa begitu terjebak dalam megahnya gedung gereja, tata cara keagamaan, liturgi, dan berbagai aktivitas keagamaan lainnya. Semua itu pun mengalihkan manusia dari tujuan kekristenan yang sesungguhnya, yaitu pengenalan akan Tuhan dan petumbuhan karakter Kristus. Sehingga tidaklah heran bila perpecahan terjadi dalam gereja dan jiwa-jiwa kembali menghilang.

Ini adalah sebuah peringatan bagi kita, anak-anak Tuhan, bahwa kita tidak seharusnya berpuas diri ketika kita berhasil menarik jiwa ke gereja. Tuhan Yesus bukan hanya mengutus kita untuk menghasilkan buah, tetapi juga agar buah itu tetap. Ya, ketika seseorang bertobat, peperangan yang sesungguhnya barulah dimulai. Peperangan ini tidak terlihat, sebab terjadinya di alam roh. Ketika Paulus menulis tentang “siasat orang” dan “kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia”, ia pun merujuk pada pengajar-pengajar dalam gereja yang berusaha membelokkan ajaran murni Paulus kepada jemaat Korintus. Di balik orang-orang itu ada roh jahat yang menggerakkan mereka.

Satu hal perlu kita sadari, inilah musimnya berbuah lebat, saatnya mujizat selamatkan jiwa terjadi. Ketika Tuhan mengirimkan banjir jiwa ke tengah-tengah kita, berjuanglah agar mereka tetap pada kita. Jangan sampai buah-buah jiwa itu gugur sebelum matang, rusak digerogoti hama, atau membusuk pada dahannya. Bangkitlah dalam doa dan puasa untuk memerangi usaha musuh merebut mereka kembali. Perkuat jala-jala kelompok sel kita, jangan sampai koyak dan jiwa-jiwa itu tenggelam kembali ke dalamnya lautan yang gelap. (MV.L)

RENUNGAN
Saat INJIL DIBAGIKAN, roh jahat berusaha MENUTUPI dan MENGHALANGI pengenalan akan Tuhan.

APLIKASI
1. Halangan apa saja yang pernah Anda hadapi dalam memperjuangkan jiwa terhilang?
2. Mengapa Anda perlu bangkit berperang untuk memperjuangkan jiwa-jiwa?
3. Apa yang dapat Anda lakukan untuk memerangi halangan musuh dalam memberitakan Injil?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih karena Engkau telah memilih kami. Ampuni kami apabila selama ini kami menyerah dalam kelemahan kami saat memperjuangkan jiwa-jiwa yang Engkau percayakan. Tuhan, buatlah kami menyadari bahwa kamilah orang-orang pilihan-Mu. Kami kuat karena Engkau beserta kami. Bersama-Mu, kami dapat memenangkan banyak jiwa dan buah kami tetap dalam-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.