Peperangan Rohani Untuk Memenangkan Jiwa

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Efesus 6:10-20

RHEMA HARI INI
Efesus 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Jati memiliki dua orang adik. Salah satunya bernama Teguh, yang selalu berbeda pandangan dengannya. Meskipun sedari kecil sudah Nasrani, tetapi Teguh belum bisa mempercayai bahwa Yesus itu Tuhan. Bahkan hingga mereka sama-sama sudah berumah tangga, pemikiran Teguh masih tetap sama. Jati hidup dekat dengan Tuhan dan ia sangat rindu banyak jiwa diselamatkan, khususnya adiknya, Teguh. Namun, setiap kali Jati dan Teguh bertemu, pembicaraan mereka akan berakhir dengan perdebatan. Teguh selalu bersikeras bahwa Yesus itu bukan Tuhan.

Istri Jati yang mendengar perdebatan kakak beradik itu menyarankan suaminya berdoa, agar Tuhan yang membuka mata rohani adiknya. Akhirnya, Jati selalu berdoa dalam hatinya setiap kali bertemu dengan Teguh. Ia meminta Tuhan menyelamatkan adiknya dan mengampuni adiknya karena ketidakpercayaannya. Waktu pun berlalu. Sekitar dua tahun kemudian, sesuatu hal terjadi dan membuat Teguh berubah serta percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Jati sungguh bersyukur, karena Tuhan mendengar doanya, sehingga adiknya menerima anugerah keselamatan.

Ketahuilah, di alam roh ada banyak penguasa di udara yang tidak menyukai saat kita berusaha menyelamatkan jiwa terhilang. Dengan segala upaya, mereka akan menghalangi kita dengan menutup hati orang-orang yang hendak kita injili. Akan tetapi, janganlah kuatir. Saat kita menjadi saksi Kristus, Roh Kudus akan menyertai kita, sehingga kita bisa menghadapi roh-roh yang menghalangi kita. Ya, penjangkauan jiwa memang sangat erat kaitannya dengan peperangan rohani. Oleh karena itu, kita perlu memperlengkapi diri kita dengan selengkap senjata Allah. Salah satunya dengan doa dan berpuasa. Berdoalah supaya hati jiwa-jiwa dibukakan dan dilembutkan, agar mata roh mereka dicelikkan. Sehingga ketika saatnya tiba, Roh Allah menjamah dan akhirnya mereka menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Jangan sampai kita melewatkan musim berbuah lebat sekarang. Inilah waktunya untuk ambil bagian dalam penyelamatan jiwa-jiwa. Percayalah, Tuhan akan melakukan mujizat penyelamatan jiwa melalui hidup kita. (LEW)

RENUNGAN
Untuk MEMENANGKAN JIWA, kita harus siap untuk PEPERANGAN ROHANI.

APLIKASI
1. Apakah Anda sudah berhasil memenangkan jiwa saat ini? Jika sudah atau belum, mengapa?
2. Hal-hal apa yang menghambat Anda dalam memenangkan jiwa bagi Tuhan?
3. Apa saja yang akan Anda persiapkan untuk menghadapi peperangan rohani dalam memenangkan jiwa-jiwa?

DOA UNTUK HARI INI
Tuhan Yesus, beri kami hati seperti hati-Mu yang selalu ingin memenangkan jiwa-jiwa. Persiapkan kami menghadapi peperangan rohani dan perlengkapilah kami dengan perlengkapan senjata Allah, ya Tuhan. Kami percaya akan banyak jiwa diselamatkan dan percaya kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.