Perspektif Tuhan Tentang Kehidupan

Renungan Keluarga Allah
Jumat, 10 Juni 2016

BACAAN HARI INI

I Korintus 9 : 1 – 27

RHEMA HARI INI

1 Korintus 9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

Eric Liddell, lahir di Tianjin – China, pada tanggal 16 Januari 1902, berkebangsaan Skotlandia. Ayahnya adalah seorang misionaris di daratan China dari London Missionary Society bernama James Dunlop Liddell. Setelah bersekolah di China, Eric muda melanjutkan ke jenjang universitas di Universitas Edinburgh, Skotlandia. Di sana, Eric terus mengembangkan bakat olahraganya. Dia dipercaya menjadi pemain rugby nasional, sampai mendapat julukan “The Flying Scotts.” Dengan bakatnya yang menonjol, Britania Raya memilihnya untuk bergabung menjadi salah satu atlet dalam Olimpiade 1924 di Paris.

Pada Olimpiade tersebut, Eric mengikuti cabang lari 100 meter dan 200 meter. Namun, karena pertandingan lari 100 meter dilakukan pada hari Minggu, Eric memutuskan untuk menolaknya. Dia tidak mau mengorbankan ibadah Minggunya untuk berlari. Hal itu menyebabkan Eric dicap sebagai orang yang tidak loyal dan tidak patriotik. Sebagai gantinya, Eric ditawari perlombaan lari 400 meter, cabang yang belum pernah diikutinya selama ini. Namun, Allah benar-benar menyertai Eric, dia berhasil memenangkan medali emas dan mencatatkan dirinya sebagai pemecah rekor dunia lari tercepat pada cabang lari 400 meter tersebut.

Hidup Eric pada tahun-tahun berikutnya ditandai dengan keputusan-keputusan yang konsisten dengan kepatuhan dan kesetiaan Eric pada Kristus. Setahun setelah wisuda, Eric memutuskan untuk melayani di China sebagai misionaris dan dokter. Dia menyebarkan injil Kristus di Cina dari tahun 1925 sampai 1943. Pada tahun 1943 dia dipenjarakan oleh tentara Jepang yang saat itu menguasai China. Meskipun dalam penjara, dia tetap memberi semangat pada tahanan lainnya melalui pembacaan Alkitab serta waktu-waktu doa bersama. Eric Liddell akhirnya meninggal pada tahun 1945 karena tumor otak. Kisah hidupnya yang menjadi inspirasi bagi jutaan orang itu akhirnya dituangkan dalam sebuah film “Chariots of Fire.”

Manusia terkadang mengukur kesuksesan hanya dari kekayaan, popularitas dan jabatan. Mereka akan berusaha keras untuk mencapai titik yang mereka sebut keberhasilan tersebut. Namun, ada satu hal yang kadangkala dilupakan, yaitu kehidupan sesudah di dunia ini. Bagi dunia, manusia hanya hidup selama kita ada di dunia, tidak ada kehidupan setelah kita meninggalkan dunia ini; tapi bagi Tuhan kehidupan di dunia ini hanyalah persiapan bagi kita untuk hidup dalam kekekalan. Sebagai orang yang percaya Tuhan, marilah kita memprioritaskan Tuhan di atas segalanya. Kita persiapkan hidup kita di dunia ini untuk kehidupan kekal di surga nanti. Membaca firman Tuhan, berdoa dan memuji Tuhan adalah cara untuk mempersiapkan hidup kita menuju kekekalan. Ketika Tuhan masih memberi kesempatan kita hidup di dunia ini, persiapkan diri kita sebaik-baiknya, sehingga kesuksesan sejati akan kita capai.

RENUNGAN

Lihatlah dunia ini dengan PERSPEKTIF TUHAN, maka kita akan mengalami sukses yang sejati.

APLIKASI

  1. Bagaimana perspektif Anda tentang kehidupan?
  2. Sudahkah Anda melihat dan menilai dunia ini dengan perspektif Tuhan ?

DOA UNTUK HARI INI

Tuhan Yesus, terima kasih untuk mengingatkan kami bahwa hidup kami bukanlah hidup di dunia ini saja. Ajari kami untuk mempersiapkan kehidupan kekekalan di surga nanti. Ajari kami melihat dunia ini dengan perspektif-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amien.

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Matius 16
Markus 8