RASA BERSALAH YANG TIDAK TERKENDALI BISA DIPAKAI IBLIS UNTUK MENGHANCURKAN

BACAAN HARI INI

Amsal 13:1-25

RHEMA HARI INI

Amsal 13:24 Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.

Jepang tercatat sebagai negara dengan kasus bunuh diri tertinggi di dunia. Di tahun 2014, dalam sehari terdapat 70 orang yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Wataru Nishida, Psikolog dari Universitas Temple, Tokyo, menyebutkan kalau jepang memiliki tradisi seppuku , yaitu bunuh diri sebagai satu kehormatan. Para samurai melakukannya, juga para pilot pesawat tempur saat Perang Dunia II. Itu semua sepertinya menjadi alasan mengapa Jepang seolah mudah memutuskan bunuh diri. Akhir-akhir ini alasan bunuh diri lebih pada urusan ekonomi dan kehidupan sosial, kesepian dan depresi, perasaan tertolak dan rasa bersalah. Tekanan hidup seperti itulah yang membuat orang Jepang memilih untuk bunuh diri. Nishida juga mengatakan, tidak adanya ajaran agama yang benar juga membawa pengaruh kuat. Bunuh diri dianggap bukanlah dosa, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab.

Perasaaan bersalah yang tidak terkendali dialami oleh Yudas Iskariot yang merasa begitu menyesal. Bahkan dengan berani ia mengaku di hadapan para imam bahwa ia telah berdosa karena menyerahkan Yesus yang tidak bersalah. Tetapi Yudas memilih cara yang salah untuk mengakui kesalahannya. Iblis memanfaatkan kesalahannya itu untuk mengintimidasinya. Dan ketika rasa penyesalan tanpa ujung itu membutakan mata dan akal sehatnya, dalam keputusasaan Yudas memilih untuk mengakhiri hidupnya.

Setiap kita pasti memiliki cerita masa lalu yang membuat kita menyesal sampai hari ini. Ada perasaan bersalah yang membuat kita tidak nyaman. Rasa bersalah itu baik selama ada di batas yang tepat di mana Roh Kudus menegur kita. Tetapi sebaliknya, jangan sampai rasa bersalah ini di blow up oleh iblis untuk mengintimidasi kita. Membuat kita makin hari makin tertekan, tidak bisa tidur dengan tenang, kehilangan sukacita dan semangat dalam hidup ini. Tuhan tidak ingin kita menyakiti diri sendiri atau meratapi kesalahan kita. Kalau memang pernah melakukan kesalahan, segera bertobat. Berubah dan berjuang untuk membenahi kehidupan jadi lebih baik lagi. Itulah yang dikehendaki Tuhan. Teruslah hidup melekat, bersandar pada Tuhan dan melakukan firman-Nya, maka Tuhan pasti menolong. Tuhan pasti memulihkan. Hati kita akan dibebaskan dari perasaan bersalah, digantikan kelegaan dan damai sejahtera. Kesembuhan Total terjadi dan kita akan sungguh-sungguh mengalami Tahun Kemuliaan Tuhan yang besar.

RENUNGAN

Rasa bersalah dipakai Roh Kudus untuk menegur kita, tetapi rasa bersalah yang TIDAK TERKENDALI bisa dipakai iblis untuk MENGHANCURKAN.

APLIKASI

1. Apakah Anda memiliki rasa bersalah yang masih terus menekan Anda sampai hari ini?
2. Sempatkah iblis memanfaatkan rasa bersalah Anda? Dalam bentuk apakah itu?
3. Apa yang harus Anda lakukan agar Anda terbebas dari rasa bersalah yang tidak terkendali?

DOA UNTUK HARI INI

Bapa, ampuni kami yang masih terus meratapi kesalahan masa lalu kami dan tidak menyadari bahwa kuasa darah-Mu telah menebus dan membebaskan kami. Kami mau bangkit dan berjuang memperbaiki diri kami, sehingga kami beroleh anugerah dan kasih karunia dari-Mu. Terimakasih Bapa, di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!