KUALITAS KEJUJURAN DAN KETULUSAN SEBUAH PUJIAN PENYEMBAHAN [RESIKA]

BACAAN HARI INI
Yesaya 29:9-16

RHEMA HARI INI
Yesaya 29:13 Dan Tuhan telah berfirman: “Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,

Seseorang yang terbiasa melakukan sesuatu dengan intensitas yang tinggi, tentu dengan otomatis memiliki naluri dan ketepatan yang jitu dalam bidang yang digelutinya. Seorang master chef, hanya dengan mencicipi sebuah masakan, ia bisa tahu bumbu apa saja yang dipakai dan bagaimana proses memasaknya. Seorang teller atau kasir di Bank, bisa membedakan antara uang palsu dengan uang asli di tengah segepok uang, hanya dengan rabaan jari saat menghitungnya. Seorang lelaki hidung belang, mampu membedakan mana wanita baik-baik dengan wanita yang bisa diajak main-main hanya dengan melihat sekilas pada penampilan dan gaya seorang wanita.

Hal yang sama juga terjadi pada seorang penggemar berat, begitu gemarnya sampai ia memperhatikan dengan seksama, detil terkecil dari sesuatu yang sangat di gemarinya. Begitu sukanya sampai merasuk ke dalam hati dan jiwanya, sehingga seorang penggemar akan langsung tahu begitu ada hal yang tidak sesuai atau melenceng dari aslinya. Orang lain mungkin tidak memperhatikan atau melihat perbedaannya, tapi seorang penggemar seakan mempunyai detektor super canggih yang mampu membedakan mana yang asli dan mana yang palsu.

Tuhan kita adalah Tuhan yang sangat suka dengan penyembahan dan puji-pujian kepada-Nya. Sudah dari zaman dahulu, Tuhan telah menerima begitu banyak pujian dan penyembahan dari miliaran orang. Bahkan malaikat di sorga senantiasa memuji dan menyembah-Nya setiap saat. Tak heran Tuhan sangat tahu dan bisa menilai kualitas kejujuran, ketulusan dan kesungguhan dalam pujian dan penyembahan yang kita naikkan. Tidak masalah suara kita merdu atau tidak, apakah nada kita pas atau fals. Saat kita memuji dan menyembah dengan hati yang rindu dan penuh cinta pada Tuhan, dengan hati yang meluap oleh perasaan kagum, maka pujian dan penyembahan kita akan sangat menyukakan hati Tuhan. Sebaliknya pujian yang palsu atau sekedar hafalan di bibir saja, walaupun orang banyak kagum dengan indahnya cara kita memuji dan menyembah, namun bagi Tuhan ini adalah sebuah penghinaan dan tidak akan berkenan kepada-Nya.

RENUNGAN
Tuhan BISA MENILAI kualitas KEJUJURAN dan KETULUSAN sebuah pujian penyembahan.

APLIKASI
1. Bagaimana cara Anda memuji dan menyembah Tuhan selama ini?
2. Apa yang Anda rasakan saat Anda memuji dan menyembah Tuhan sepenuh hati Anda?
3. Adakah penghalang bagi Anda dalam membangun gaya hidup menyembah dan memuji Tuhan? Bagaimana cara Anda mengatasinya?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa, terima kasih Engkau telah mengajari kami untuk menjadi penyembah-penyembah yang berkenan di hadapan-Mu. Biarlah pujian dan penyembahan kami merupakan ungkapan isi hati kami yang terdalam terhadap-Mu sekaligus menjadi doa-doa yang kami ucapkan. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.