03 February 2026 Tim Penulis Renungan Renungan Keluarga Allah

SATU HATI SATU TUAN

RHEMA HARI INI
Matius 6:24 Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Hati manusia sering diibaratkan seperti ruang kemudi sebuah kapal. Dari sanalah arah ditentukan dan tujuan ditetapkan. Masalahnya muncul ketika lebih dari satu kapten ingin memegang kemudi yang sama. Yesus dengan jelas berkata bahwa satu hati tidak dapat dikendalikan oleh dua tuan. Pernyataan ini menyingkap realitas rohani yang sering kita abaikan: hati tidak diciptakan untuk dibagi. Ia hanya sanggup tunduk sepenuhnya kepada satu otoritas. Ketika dua tuan hadir, yang terjadi bukan kerja sama, melainkan tarik-menarik yang melelahkan dan membingungkan.

Banyak orang tidak sadar sedang mengabdi kepada dua tuan, karena tuan kedua tidak selalu tampak seperti berhala. Ia sering tampil sebagai kebutuhan, ambisi, kenyamanan, atau rasa aman yang perlahan mengambil tempat utama di hati. Kisah Ananias dan Safira yang bisa kita temukan dalam kitab Kisah Para Rasul 5 mengingatkan kita akan bahaya hati yang terbagi. Mereka mau terlihat rohani di hadapan Tuhan, tetapi juga tetap ingin mempertahankan kendali atas milik mereka. Persoalannya bukan pada jumlah yang diberikan, melainkan pada hati yang tidak sepenuhnya jujur dan utuh. Satu kaki ingin berdiri di hadapan Tuhan, sementara kaki lain masih berpijak pada kepentingan diri. Pada akhirnya, kita pun dapat melihat bagaimana hati yang terbagi selalu menghasilkan kehidupan yang rapuh.

Ayat rhema hari ini mengundang kita untuk berhenti berkompromi dan mulai mengambil keputusan yang tegas. Tuhan tidak bersaing untuk mendapatkan sisa perhatian kita. Dia tidak mau menjadi salah satu pilihan, melainkan satu-satunya Tuan. Ketika hati sepenuhnya diserahkan kepada Tuhan, hidup tidak lagi ditarik ke banyak arah. Ada kejelasan, ada damai sejahtera, dan ada keteguhan, sehingga hati kita siap untuk menerima keajaiban finansial yang hendak Tuhan curahkan atas hidup kita. Kesetiaan kepada satu Tuan memang menuntut keberanian, tetapi hanya di sanalah hati menemukan kebebasan sejati. (SZ)

RENUNGAN:
Satu hati tidak dapat dikendalikan oleh DUA TUAN.

APLIKASI
1. Jika Tuhan memeriksa ruang hati Anda hari ini, akankah Dia menemukan takhta yang utuh atau hati yang terbagi?
2. Dalam keputusan hidup yang Anda ambil akhir-akhir ini, suara siapakah yang paling Anda dengarkan?
3. Apa yang perlu Anda lepaskan agar hati Anda kembali sepenuhnya berada di bawah kendali Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, satukan hati kami kepada Engkau. Ambil alih takhta hidup kami, lepaskan segala yang menyaingi Engkau, dan pimpin kami supaya berada hanya di bawah kendali-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Ayub 32-33; Kisah para rasul 14

Anda rindu mengalami pertumbuhan rohani bersama Keluarga Allah