Secercah Harapan Kesembuhan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yohanes 6:1-15

RHEMA HARI INI
Yohanes 6:2 Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.

Ibu Lian merasakan sakit di daerah perutnya dan menyangkanya hanya merupakan sakit maag biasa. Tetapi ketika sakit di perutnya tidak kunjung sembuh, maka akhirnya ia melakukan pemeriksaan di rumah sakit. Kabar dari dokter sungguh mengejutkan, ternyata Ibu Lian menderita kanker rahim stadium 4, dimana sel-sel kankernya sudah mencapai ribuan. Dokter menyatakan harapan hidup Ibu Lian sudah kecil, bahkan pengobatan seperti kemoterapi sudah tidak banyak membantu sebab sel-sel kanker yang sudah terlalu banyak. Sejak itu, kondisi Ibu Lian menurun sangat drastis, tubuhnya semakin kurus dan lemas, wajahnya semakin pucat, bahkan Ibu Lian hanya bisa berbaring di tempat tidur. Sampai kemudian ia mendengar firman bahwa di dalam Tuhan Yesus ada mujizat kesembuhan. Meskipun ia tidak dapat beribadah ke gereja pada hari Minggu, namun ia terus mengimani mujizat kesembuhan serta memuji Tuhan dan berdoa setiap waktu, sambil terus menjaga pola makan serta meminum obat-obatan herbal.

Beberapa bulan kemudian, ia kembali melakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Ajaib! Melalui pemerikasaan itu dokter menyatakan bahwa sel-sel kanker dalam rahim Ibu Lian yang awalnya ada ribuan, saat itu juga jumlahnya sudah nol persen alias tidak ada lagi! Mujizat kesembuhan sudah terjadi atas hidupnya. Ibu Lian percaya bahwa imannya kepada kuasa mujizat kesembuhan yang dikerjakan oleh Tuhan Yesuslah yang sudah menyembuhkannya secara ajaib.

Tuhan yang dahulu menyembuhkan di dalam Alkitab adalah Tuhan yang sama dengan saat ini. Kita harus percaya bahwa di dalam diri kita ada Tuhan Yesus yang sanggup menyembuhkan. Ketika kita percaya bahwa di dalam diri kita ada Tuhan, maka penyakit apapun yang ada dalam diri kita bisa disembuhkan. Tuhan kita sama dahulu, sekarang dan selamanya, Dia adalah Tuhan Sang penyembuh. Apapun penyakit yang kita alami, percayalah masih ada harapan mengalami mujizat besar di dalam Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. (ABU)

RENUNGAN
Kabar mengenai MUJIZAT KESEMBUHAN BESAR memberikan SECERCAH HARAPAN bagi orang-orang yang MEMBUTUHKANNYA.

APLIKASI
1. Seberapa yakinkah Anda bahwa Yesus Sang Penyembuh ada dalam Anda? Mengapa demikian?
2. Bila Yesus Sang Penyembuh ada dalam Anda, apa yang seharusnya pertama kali Anda lakukan saat Anda jatuh sakit?
3. Langkah-langkah apa yang dapat Anda ambil untuk menjadikan Yesus sumber pengharapan Anda di kala sakit?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, hanya dari Engkaulah datang pertolongan kami. Dengan Engkau, Yesus Sang Penyembuh, ada dalam kami, segala sakit-penyakit dan kelemahan tidak lagi berkuasa atas diri kami. Kami hidup, sehat, dan kuat untuk melakukan pekerjaan bagi kerajaan-Mu dan membawa kemuliaan bagi nama-Mu di atas bumi. Terima kasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.