Sekaranglah Saatnya Untuk Melompat Lebih Jauh

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Kejadian 41:31-57

RHEMA HARI INI
Kejadian 41:46 Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir itu. Maka pergilah Yusuf dari depan Firaun, lalu dikelilinginya seluruh tanah Mesir.

Demi membantu keuangan keluarga, seorang anak usia tiga belas tahun diminta ayahnya untuk menjual sehelai pakaian bekas dengan harga dua dollar. Saat usahanya berhasil, sang ayah meningkatkan harganya menjadi 20 dollar dan anak itu malah mendapatkan 25 dollar. Tidak berhenti di situ, anak itu juga berhasil menjual baju lainnya seharga 1.200 dollar dengan cara lelang. Sekembalinya ke rumah, sang ayah menyambutnya dan berkata, “Ayah hanya ingin memberitahumu, jika sehelai pakaian bekas yang bernilai satu dollar bisa ditingkatkan nilainya, apalagi kita sebagai manusia yang hidup. Mungkin kita berkulit lebih gelap dan lebih miskin, tapi apa bedanya? Semua tergantung bagaimana kita mendayagunakan potensi yang ada dalam diri kita.” Sejak saat itu, anak itu tak pernah lelah mengasah potensinya. Hingga akhirnya ia menjadi seorang pemain basket legendaris terhebat di dunia yang bernama Michael Jordan.

Saat Yusuf menjadi budak di Mesir dan menjadi orang kepercayaan Potifar, Yusuf berpikir itulah pencapaian tertingginya. Namun ternyata Tuhan masih punya rencana yang jauh lebih besar. Usia 30 tahun merupakan momen titik balik dalam hidup Yusuf. Ia tidak hanya mengalami lompatan biasa, tetapi mengalami lompatan besar yang tidak masuk akal. Ia menjadi penguasa Mesir yang kepemimpinannya berpengaruh sampai ke bangsa-bangsa.

Bulan ini gereja kita akan genap berusia 30 tahun. Oleh karena anugerah Tuhan, dari tahun ke tahun, gereja kita telah bertumbuh luar biasa. Namun percayalah bahwa Tuhan menginginkan lebih dari itu. Tuhan akan membawa gereja kita dan setiap jemaatnya masuk dalam dimensi kuasa dan otoritas Allah yang sama sekali berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kita akan semakin matang dalam pengurapan dan dalam hal mengasihi Tuhan serta sesama. Kita akan dipakai Tuhan untuk mendatangkan berkat besar sampai ke bangsa-bangsa. Sekaranglah waktunya untuk kebangunan rohani yang lebih besar.

RENUNGAN
Alami LOMPATAN BESAR seperti Yusuf di usianya yang KE-30.

APLIKASI
1. Lompatan besar apa yang sedang Anda nanti-nantikan?
2. Mengapa Tuhan ingin gereja tempat kita beribadah dan juga kita sendiri mengalami lompatan besar?
3. Bagaimana Anda dapat mengalami lompatan besar seperti Yusuf?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih atas rhemamu yang membangkitkan iman kami. Kami percaya, inilah saatnya Engkau mengerjakan sesuatu yang lebih besar dalam hidup kami dan di tengah-tengah kami. Pakailah kami untuk great revival yang sudah Engkau rencanakan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.