Serbuan Kasih Yang Ajaib Melanda Kita

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yesaya 54:1-17

RHEMA HARI INI
Yesaya 54:10 Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.

Seorang bapak memiliki dua anak, sebut saja si Sulung dan si Bungsu. Suatu kali si Bungsu meminta hak warisannya dan pergi meninggalkan rumah serta membawa semua warisan yang menjadi haknya. Diapun menghambur-hamburkan uangnya, hingga di satu titik uangnya habis dan dia ditinggalkan oleh teman-temannya. Tentu saja, dia menjadi kesepian karena biasanya teman-teman mendatanginya karena uangnya yang banyak. Dalam kesepian dan kesendiriannya itu, dia teringat akan bapaknya yang sudah ditinggalkannya karena keserakahannya. Dia bertekad mau kembali dan meminta maaf kepada bapaknya.

Akhirnya tibalah waktu si Bungsu ini kembali ke rumah bapaknya. Dengan sedikit ketakutan, dia memberanikan diri mendekat ke rumah bapaknya. Dia sudah bersiap jika respon bapaknya mungkin akan berbeda dengan yang sudah dibayangkannya. Akan tetapi, saat masih di kejauhan bapaknya melihat anak bungsu ini kembali, betapa bersukacitanya bapak ini. Bapak itu pun berlari mendapatkan anaknya yang sudah pergi, bahkan disuruhnya pegawai-pegawainya untuk mempersiapkan pesta menyambut kepulangan anaknya.

Ya, cerita di atas adalah cerita tentang perumpamaan anak yang hilang (Lukas 15:11-24). Dimana saat kita melangkah, Bapak jasmani saja menyambut kita dengan berlari dan pelukan hangat. Demikian juga dengan Bapa kita di surga. Bukan hanya dari pihak kita yang mau mendekat dan membangun keintiman dengan Tuhan, tetapi Dia juga sangat rindu untuk dekat dan mencurahkan kasih-Nya kepada kita. Ketahuilah bahwa Bapa di Surga itu adalah Bapa yang penuh kasih yang tidak rela membiarkan kita sendirian melalui semuanya. Dia mau menolong kita, Dia mau menyertai kita, Dia mau bersama kita, Dia mau membela kita, Dia mau menerima kita apa adanya dan Dia memperhatikan kita dengan sungguh-sungguh. Jadi mulai sekarang, mulailah mendekat kepada Tuhan, bukalah hati lebar-lebar akan serbuan kasih Allah yang memenuhi setiap hati kita untuk menghangatkan, menyembuhkan, memulihkan, menguatkan, menyegarkan, dan membangkitkan kita. (LEW)

RENUNGAN
Sementara kita MENDEKAT kepada Tuhan, sadarilah bahwa Tuhan juga BERLARI MENDEKAT kepada kita.

APLIKASI
1. Apakah Anda menyadari bahwa Allah begitu mengasihi Anda? Bagaimana Anda mengetahuinya?
2. Apa yang akan Anda lakukan agar kasih Allah yang ajaib melanda hati Anda?
3. Sebutkan komitmen Anda saat kesepian, kesendirian terjadi dalam hidup Anda!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami bersyukur karena Engkau sangat mengasihi kami. Kami juga rindu mengasihi Engkau lebih lagi. Kami mau buka hati kami agar kasih-Mu yang ajaib melanda hati kami selalu. Terima kasih, ya Bapa. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.