Sikap Hati Kita Menentukan Berkat Yang Akan Kita Terima

BACAAN HARI INI
Amsal 11:1-31

RHEMA HARI INI
Amsal 11:24-25 “24 Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. 25 Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.”

Warren Buffett dikenal sebagai orang yang sangat dermawan. Pada tahun 2006, Warren Buffett menyumbang sebanyak US$30,7 miliar (setara dengan 300 Trilyun Rupiah) kepada Gates Foundation, yang bergerak dalam bidang sosial dan kesehatan. Jumlah sumbangan amal Buffett ini tercatat sebagai sumbangan terbesar dalam sejarah. Tetapi anehnya setelah menyumbang sedemikian besar, ia justru naik peringkat menjadi orang terkaya di dunia di tahun 2008, menggeser posisi Bill Gates yang telah menyandang gelar tersebut selama 13 tahun. Seperti kata dia, “Kemurahan hati dan Kelimpahan berjalan seiring. Walau Ben Graham (guru Buffet), mempunyai segalanya dalam hidup ini, dia ingin menyumbang sesuatu, dengan mengajar. Sama seperti kita diberi kemurahan oleh orang lain.Kami tidak ingin berkat itu berhenti di kami. Kami ingin berkat itu berkelanjutan kepada yang lain.”
Walaupun Warren Buffet banyak memberi, tetapi hidupnya tidak berkekurangan bahkan malah diberkati. Tujuan kita memberi seharusnya adalah menyukakan hati Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama. Inilah sikap hati yang benar terhadap uang yang Tuhan percayakan kepada kita. Inilah yang membuat kita siap diberkati oleh Tuhan.

Banyak orang yang setelah diberkati secara materi, kemudian melupakan Sang Pemberi berkat dan lebih tertarik pada pemberianNya. Ingat bahwa berkat kekayaan asalnya dari Tuhan saja. Sebagai orang percaya, kita harus sadar bahwa kita hidup di dunia ini hanya sementara, sedangkan kehidupan kita yang kekal ada di surga. Oleh sebab itu, Tuhan menginginkan kita untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya harta di surga karena harta di surga bersifat kekal, sedangkan harta di dunia bersifat sementara. Nikmatilah berkat masing-masing yang Tuhan sudah percayakan dan jangan mengukur segala sesuatunya dengan uang atau kekayaan. Ingat, hubungan dengan Tuhan jauh lebih penting. Marilah kita jaga sikap hati kita terhadap berkat Tuhan sebab sikap hati kita terhadap berkat Tuhan menentukan apakah kita bisa diberkati lebih besar atau tidak. Tuhan Yesus memberkati.(ABU)

RENUNGAN
Sikap hati kita terhadap berkat Tuhan MENENTUKAN apakah kita bisa diberkati lebih besar atau tidak.

APLIKASI
1. Bagaimana respon Anda terhadap berkat-berkat yang selalu Tuhan curahkan atas hidup Anda, sharingkan ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa ampuni kami jika terkadang kami tidak mampu bersyukur, kami mau bangkit dan rubah semua itu agar berkenan dihadapanMu. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Mazmur 87-88
Lukas 4:1-30