Singkirkan Sakit Dengan Firman

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Filipi 4:2-9

RHEMA HARI INI
Filipi 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Beberapa waktu yang lalu, wakil gembala gereja kita mengalami sebuah serangan. Ketika sedang berada di dalam lift di sebuah mall hendak membeli makan, tiba-tiba saja Ps. Jonatan merasakan ada yang aneh pada tubuhnya. Pandangannya gelap seketika, dan rasanya seperti orang yang hampir pingsan. Di dalam hatinya, ia terus menerus meneriakkan nama Yesus. Sampai kemudian ketika pintu lift terbuka, Ps. Jonatan mulai dapat melihat lagi. Namun saat menginjakkan kaki keluar lift, tanpa adanya suatu tanda-tanda apapun, ia tiba-tiba muntah-muntah dengan hebatnya begitu saja tanpa dapat ia kendalikan. Padahal sebelumnya ia sehat dan segar bugar.

Ps. Jonatan segera menyadari bahwa yang dapat melawan semuanya itu hanyalah firman Tuhan. Ia menolak menyerah dengan keadaan jasmaninya. Jadi setelah muntah-muntahnya selesai, ia duduk, dan terus menerus memperkatakan perkataan firman bahwa ia tidak sakit dan sudah disembuhkan Tuhan Yesus. Berulang-ulang kali ia memperkatakan firman tersebut, ia mengisi hati dan pikirannya dengan perkataan Allah yang hidup. Hingga singkat cerita, kurang dari satu jam setelahnya, tubuhnya tiba-tiba membaik dan sembuh total begitu saja seperti seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.

Berapa banyak ketika Anda sedang sakit dan berdoa namun tidak juga kunjung sembuh, Anda justru malah semakin merasa-rasakan sakit itu, kemudian memikirkannya, dan justru malah menjadi bersusah hati? Melalui kotbah minggu ini, hendaklah kita semua disadarkan bahwa apa yang kita pikirkan itulah yang akan terjadi dalam hidup kita. Maka dari itu, baiklah kita menyingkirkan segala pikiran-pikiran yang buruk dari otak dan hati kita. Marilah kita gantikan semuanya itu dengan mengisi hati, pendengaran, penglihatan serta pikiran kita dengan firman-Nya yang hidup. Sehingga apa yang tertulis pada firman Allah, itulah yang akan terjadi atas hidup kita.

RENUNGAN
SINGKIRKANLAH segala sesuatu yang buruk dari lubuk hati kita dan GANTIKAN DENGAN FIRMAN yang MEMBERIKAN KEHIDUPAN.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda mengisi hidup Anda dengan firman Allah?
2. Menurut Anda, mengapa kita harus menyingkirkan hal-hal buruk dari lubuk hati kita?
3. Tuliskanlah komitmen Anda untuk mulai menggantikan segala yang buruk yang Anda dengar, lihat, pikirkan dan rasakan dengan firman Allah yang hidup!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, ampuni kami kalau kami sering mengotori pikiran kami dengan pikiran-pikiran yang buruk. Mulai saat ini kami mau mengambil komitmen untuk menggantinya dengan perkataan-perkataan yang tertulis pada firman-Mu saja. Sehingga itulah yang nantinya terjadi dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.