Awal Dari Pemulihan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Yakobus 5:12-20

RHEMA HARI INI
Yakobus 5:16a Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.

Sasa sangat menyayangi adiknya dan mereka selalu bermain bersama. Namun, tak seperti biasanya, kali ini ia tidak mau berbagi mainan dengan adiknya. Melihat itu, mamanya bertanya mengapa ia bersikap seperti itu. Bukannya menjawab, Sasa malah balik bertanya, mengapa selalu saja ia yang disalahkan. Mama tersenyum dan mulai paham apa yang terjadi. Semalam, adiknya terjatuh ketika mereka sedang bermain kejar-kejaran, dan Sasa ditegur orangtuanya. Sambil memeluk Sasa, Mama meminta maaf karena telah membuat Sasa kecewa. Dengan bijak, mama kemudian menjelaskan dan memberikan pengertian mengapa ia sampai ditegur. Sasa manggut-manggut, seketika ia merasa lega. Sambil mencium pipi mamanya, Sasa meminta maaf atas sikapnya yang tidak menyenangkan. Setelah itu, ia pun mau kembali bermain dengan adiknya.

Rasa kecewa telah menimbulkan kepahitan di hati Sasa dan membuatnya sulit bersukacita. Untunglah ia mau jujur menceritakan kondisi hatinya pada mamanya. Penjelasan mama kemudian membantunya untuk bisa mengurai kekusutan hatinya. Keterbukaan dan kepercayaan antara Sasa dan mamanya adalah kunci untuk menyembuhkan kepahitan Sasa. Itulah maksud dari Yakobus 5:16a, keterbukaan akan membawa pada kesembuhan. Saat Sasa dipulihkan, ia pun bisa kembali mendapatkan sukacitanya.

Saat ini, marilah kita tengok diri kita. Adakah kepahitan yang masih membelenggu kita? Jika ada, sekaranglah saatnya untuk jujur terbuka kepada Allah. Jujurlah kepada-Nya bahwa hati kita terluka dan sakit. Jujurlah bahwa kita membutuhkan-Nya untuk memulihkan kita, karena Dia adalah Allah yang setia, yang sanggup membalut luka-luka kita. Selain Tuhan, kita juga perlu bantuan orang lain untuk saling menjaga dan mendoakan. Terbukalah kepada seseorang yang Anda percayai. Orang tersebut bisa KKS Anda, konselor, atau keluarga Anda. Jujur dan terbukalah, maka jiwamu akan sembuh dan Anda bisa menerima mujizat kesembuhan batin.

RENUNGAN
JUJURLAH MENGAKUI LUKA-LUKA dalam jiwa kita, karena KETERBUKAAN adalah AWAL DARI PEMULIHAN.

APLIKASI
1. Tengoklah diri Anda, kepahitan apakah yang membelenggu?
2. Mengapa Anda perlu jujur mengakui luka-luka dalam jiwa Anda?
3. Bagaimana Anda bisa jujur mengakui luka-luka hati Anda di hadapan Allah?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, saat ini kami mau berdoa untuk setiap kepahitan kami. Kami ingin lepas dari belenggu kepahitan itu. Saat ini kami mau mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Kami pun mohon ampun atas kesalahan kami. Ampunilah ego kami yang selalu menghakimi dan kiranya kasih, sukacita, dan damai sejahtera Tuhan selalu hadir dalam hati kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.