Sumber Kasih Allah

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
1 Yohanes 4:15-21

RHEMA HARI INI
1 Yohanes 4:19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.

Perhatikanlah telepon pintar atau tablet yang ada di sekitar kita. Walaupun benda tersebut memiliki potensi yang luar biasa dalam membantu aktivitas kita, tetapi butuh koneksi internet yang berasal dari operator seluler ataupun jaringan internet lainnya. Tanpa terhubung dengan salah satunya, alat-alat itu hanyalah alat yang sangat terbatas kemampuannya. Demikian pula dengan kita dalam hal mengasihi. Untuk dapat membagikan kasih kepada orang lain, terlebih dahulu kita harus membangun persekutuan intim dengan Roh Kudus yang merupakan sumber kasih itu sendiri.

Pertama, sadarilah bahwa Allah adalah kasih. Kedua, kita perlu mengingat bahwa pergaulan sangat mempengaruhi pemikiran, kebiasaan, dan karakter kita. Artinya, kalau kita sungguh-sungguh memiliki persekutuan yang intim dengan Allah, pastilah kita dipenuhi dengan kasih Allah. Kita bisa baik kepada orang yang baik, tetapi kita juga konsisten baik kepada yang tidak baik terhadap kita. Bacaan hari ini mengatakan bahwa indikator seseorang penuh dengan kasih Allah adalah ketika ia mengasihi saudara-saudaranya. Dengan kata lain, kalau ada orang yang mengaku setiap hari berdoa berjam-jam, tetapi hidupnya tidak mencerminkan kasih, maka sesungguhnya kasih Allah tidak ada dalam hatinya.

Firman Tuhan berkata kita bisa mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Hal itu berarti, hanya ketika kita terlebih dahulu dipenuhi dengan kasih Allah, otomatis yang mengalir keluar dari hati kita adalah kasih dan pengampunan. Tanpa kepenuhan kasih Allah terlebih dahulu, kita tidak mampu untuk mengasihi. Itu sebabnya, mendekatlah kepada Tuhan, bukalah hati kita lebar-lebar, dan mintalah supaya kasih Allah itu masuk dan memenuhi hati kita. Setiap hari dalam doa pribadi kita, mintalah kepenuhan kasih Allah itu ditambah-tambahkan, supaya hati kita benar-benar meluap dengan kasih. Sehingga tinggal selangkah lagi, mujizat pemulihan keluarga bisa benar-benar terjadi. Bersamaan dengan itu, Allah pun akan mengubahkan aib keluarga kita menjadi kemuliaan yang mengharumkan nama-Nya.

RENUNGAN
Sadarilah bahwa SUMBER KASIH ALLAH berasal dari PERSEKUTUAN INTIM kita dengan ROH KUDUS.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda benar-benar mengasihi keluarga Anda? Mengapa demikian?
2. Apa hubungannya persekutuan intim dengan Roh Kudus dan pemulihan keluarga kita?
3. Bagaimana Anda dapat membangun persekutuan intim dengan Roh Kudus?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, urapi kami dengan pewahyuan akan kasih-Mu lebih dalam lagi, agar kami memiliki kekuatan untuk mengasihi sesama kami sesuai dengan perintah-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.