Sumber Pertolongan Kita Di Saat Sakit

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Mazmur 121:1-8

RHEMA HARI INI
Mazmur 121:7 TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.

Tahun 2004, Jason Ong divonis tumor otak. Tipe tumor itu begitu langka sehingga belum ada obatnya. Satu-satunya jalan yang bisa mereka coba hanyalah operasi. Setelah 20 jam operasi, 10% tumor terpaksa ditinggalkan karena telah menyebar sampai ke pembuluh nadi, dan berisiko kematian bila terjadi kesalahan pengangkatan. Tiga tahun kemudian, penyakit Jason kambuh. Ia pergi ke dokter lain dan dokter itu menyarankan untuk mengangkat seluruh tumornya. Namun, jika dioperasi, Jason akan lumpuh setengah badan, tidak bisa berbicara, dan tidak bisa menelan makanan. Jason menolak karena ia tidak akan bisa lagi menginjil, mengajar, dan melayani. Januari 2013, tumor Jason sudah membesar seukuran dua telur ayam dan ia hampir tidak bisa bangun. Mau tak mau, operasi harus segera dilakukan. Sehabis operasi, Jason tidak bisa melihat, tidak bisa bernafas, dan mengalami kesakitan hebat.

Sepuluh tahun berjuang melawan sel kanker, tak pernah sekali pun Jason mengeluh atau menyalahkan Tuhan. Ia tetap memuji dan mengandalkan Tuhan. Dalam kondisi terlemah, ia menangis dan berteriak kesakitan. Sepanjang malam, istrinya, Judith Halim, menangis dan memohon pertolongan Tuhan. Tuhan pun datang melawat mereka. Dia menyentuh dahi Jason dan meniupkan nafas kehidupan baru ke hidungnya. Mujizat kesembuhan besar terjadi. Keesokan paginya, Jason bisa turun dari tempat tidur, berjalan, bahkan mandi tanpa bantuan siapa pun.

Sebagai anak Tuhan, kita harus tahu bahwa pertolongan kita datang dari Tuhan. Vonis dokter boleh begitu menakutkan, keadaan kita boleh seolah tanpa harapan, tetapi Tuhan kita begitu tidak terbatas dan Dia tidak pernah gagal. Dialah penjaga nyawa kita, sekarang sampai selama-lamanya. Tuhan selalu ada bersama kita, bahkan Dia, Sang Penyembuh, ada dalam kita. Saat kita percaya dan terus perkatakan secara profetik kesembuhan kita, Tuhan akan bekerja menyingkirkan semua sel jahat. Kuasa-Nya akan bekerja mengalahkan semua agen penyakit dalam diri kita dan mujizat kesembuhan besar pun segera datang. (PF)

RENUNGAN
Ingatlah, pertolongan kita DATANGNYA DARI TUHAN, Dialah PENOLONG dan PENYEMBUH kita yang bisa DIANDALKAN.

APLIKASI
1. Seberapa yakinkah Anda bahwa Yesus Sang Penyembuh ada dalam Anda? Mengapa demikian?
2. Bila Yesus Sang Penyembuh ada dalam Anda, apa yang seharusnya pertama kali Anda lakukan saat Anda jatuh sakit?
3. Langkah-langkah apa yang dapat Anda ambil untuk menjadikan Yesus sumber pengharapan Anda di kala sakit?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, hanya dari Engkaulah datang pertolongan kami. Dengan Engkau, Yesus Sang Penyembuh, ada dalam kami, segala sakit-penyakit dan kelemahan tidak lagi berkuasa atas diri kami. Kami hidup, sehat, dan kuat untuk melakukan pekerjaan bagi kerajaan-Mu dan membawa kemuliaan bagi nama-Mu di atas bumi. Terima kasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.