Taat Pada Rhema Firman

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Amsal 3:1-26

RHEMA HARI INI
Amsal 3:5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Sejak siang Lukas merasakan pusing di belakang kepalanya. Pusing itu sudah dirasakannya sejak ia bertugas pelayanan fotografer siang tadi. Padahal setelah itu ia juga harus bertugas melayani musik di ibadah raya. Lukas bersikeras untuk menahan pusingnya dan tetap berangkat pelayanan musik. Karena belum sempat minum obat, ia berharap pusingnya akan hilang dengan sendirinya. Ternyata pemikirannya itu salah. Ia semakin merasakan pusing di kepalanya. Di saat jeda lagu pujian, beberapa kali ia memijat belakang lehernya demi meredakan sakitnya. Pada saat doa, tiba-tiba ia teringat pada rhema tentang berdoa profetik. Kemudian ia doakan pusingnya. Di dalam hatinya ia sempat ragu apakah mujizat kesembuhan akan terjadi. Namun, ia memutuskan untuk taat dan percaya sepenuhnya pada kuasa Tuhan yang menyembuhkan. Ia semakin sungguh-sungguh berdoa untuk pusingnya. Ternyata keajaiban terjadi! Berangsur-angsur dia tidak lagi merasakan pusing. Bahkan sampai malam sewaktu pulang, bukan hanya pusingnya sembuh tetapi ia juga tidak merasakan lelah.

Tuhan berkehendak agar kita percaya kepadaNya dengan segenap hati dan tidak bersandar pada pengertian kita sendiri. Di dalam cerita di atas tadi, semula Lukas yakin bahwa pusingnya hanya bisa disembuhkan dengan meminum obat. Tetapi ternyata, mujizat terjadi saat ia berdoa meminta kesembuhan. Dengan doa itu, bahkan bukan hanya pusingnya yang disembuhkan, capek dan lelahnya pun dihilangkan. Tuhan memberikan tenaga dan kekuatan baru pada Lukas.

Apa yang dialami Lukas membuktikan pentingnya sebuah rhema yang harus diimani dengan sungguh-sungguh. Berjalan dengan iman yang hanya tertuju pada rhema Firman tanpa melihat situasi dan kondisi yang bisa dilihat dengan mata jasmani itulah yang disebut dengan hidup dengan iman. Kebanyakan orang berkata bahwa sebagai manusia yang memiliki akal dan budi, sudah seharusnya menggunakannya untuk menemukan solusi. Semua masalah harus masuk logika dan nalar. Tetapi hal itu bertolak belakang dengan orang yang beriman. Karena begitu ia mendapatkan rhema dari Tuhan, maka semua pertimbangan manusia itu bisa menjadi hal yang tidak lagi penting. Orang yang beriman percaya sepenuhnya bahwa Tuhan berkuasa untuk melakukan segala perkara, termasuk hal-hal yang mustahil sekalipun. Kita sebagai orang yang beriman harus yakin, selama kita memiliki iman yang tertuju pada rhema maka kita akan selalu berjalan bersama Tuhan. Ketika kita berjalan bersama Tuhan maka semua yang semula kita anggap tidak mungkin akan menjadi mungkin, karena Tuhan sendiri yang berkarya mendatangkan segala mujizat.

RENUNGAN
TAAT berarti hidup dengan IMAN YANG TERTUJU pada RHEMA FIRMAN.

APLIKASI
1. Apakah saudara rhema saudara hari ini?
2. Bagaimana cara saudara menaati rhema firman Tuhan?
3. Berdoalah untuk rhema yang anda peroleh hari ini!

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, terima kasih atas kesaksian yang menyalakan api roh kami hari ini, sehingga rhema firman-Mu dapat menjadi pelita atas jalan yang kami lalui hari ini. Roh Kudus ajar kami untuk lebih peka akan firman Tuhan dan berpegang teguh pada rhema-Nya yang hidup, sehingga kami lebih taat lagi. Berilah kami hati yang taat Bapa, sehingga kami dapat lebih mengasihi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa, Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.