06 Desember 2015 – Membuang Amarah Mendatangkan Berkat Tuhan

BACAAN HARI INI

Amsal 4:1-27

RHEMA HARI INI

Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Emosi negatif yang keluar dari hati kita bukan saja menyebalkan bagi orang yang melihat, tetapi bisa sangat membahayakan tubuh kita. Pada sebuah buku disebutkan bahwa amarah selain meningkatkan tekanan darah juga mampu memicu berkurangnya asupan darah ke otot jantung dalam aktivitas sehari-hari. Tidaklah mengherankan jika ada banyak penyakit yang bercokol dalam tubuh kita ketika kita memanjakan amarah dan membiarkannya menguasai diri kita.

Ada begitu banyak hal yang bisa mendatangkan emosi setiap hari. Kemacetan jalan raya, cuaca buruk, tetangga yang sulit, teman sekerja, pimpinan, guru atau orang-orang yang suka mencari masalah atau tidak peka terhadap perasaan orang lain. Hidup yang kita jalani tidak akan pernah selalu mulus, dan setiap saat kita bisa berhadapan dengan situasi, kondisi atau orang-orang yang bisa mendatangkan emosi. Tapi meski demikian, adalah sebuah pilihan apakah kita mau mengontrol amarah atau membiarkan diri kita dikuasai olehnya.

Firman Tuhan hari ini menasehatkan kepada kita supaya kita menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan, sebab dari hati kitalah kehidupan kita ditentukan. Hidup kita tidak ditentukan oleh apa yang terjadi diluar diri kita, tetapi oleh apa yang terjadi di dalam diri kita, yaitu keputusan yang kita ambil apakah kita mau menjaga hati kita atau tidak. Ketika ada banyak hal yang bisa menimbulkan kebencian, kemarahan dan kekecewaan, adalah keputusan kita sendiri apakah kita mau menyerah dan tenggelam di dalam kemarahan atau kita mau membuang semuanya sehingga hati kita tetap bersih di hadapan Tuhan. Keputusan kita untuk membuang semua kemarahan, kebencian dan kekecewaan, akan mendatangkan berkat serta anugerah Tuhan yang melimpah dalam hidup kita.

RENUNGAN

Membuang kebencian, amarah, dan kekecewaan sama dengan mendatangkan BERKAT TUHAN atas hidup kita.

APLIKASI

Kebencian, amarah dan kekecewaan terhadap apa yang harus Anda buang hari ini?

DOA UNTUK HARI INI

Tuhan, tolong kami dan mampukan kami untuk membuang semua kebencian, amarah dan kekecewaan yang masih ada dalam hidup kami. Kami rindu menerima anugerah dan berkat-Mu dalam hidup kami. Terimakasih Tuhan. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN

I Tawarikh 6

04 Desember 2015 – Respon Marah Yang Benar

BACAAN HARI INI

Yakobus 1:19-27

RHEMA HARI INI

Yakobus 1:19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;

Di sebuah kota kecil, hiduplah sepasang suami istri yang telah menikah selama lima puluh tahun. Selama masa pernikahan mereka, tak ada pertengkaran berarti, kehidupan mereka selalu baik dan rukun, mereka selalu menjaga kasih mula-mula diantara mereka. Tak ada satu halpun yang mereka rahasiakan, hanya ada sebuah kotak sepatu yang disimpan sang istri di atas lemari mereka dan sang istri meminta agar suaminya tidak menanyakan mengenai isi kotak sepatu itu apalagi membukanya. Sang suami menyanggupi hal itu. Suatu hari, sang istri mengalami sakit keras, dan sudah berada di ambang kematiannya. Dengan tubuh yang lemah, sang istri meminta pada suaminya untuk mengambilkan kotak sepatu yang selama ini tersimpan rapi diatas lemari. Sang istri merasa bahwa inilah saat yang tepat untuk membuka rahasia yang selama ini disimpannya kepada suaminya. “Bukalah kotak itu, aku rasa ini adalah saat yang tepat engkau untuk mengetahuinya,” ujar sang istri dengan suara lemah. Sang suami lalu membuka kotak itu. Di dalamnya, terdapat dua boneka rajut kecil dan setumpuk uang yang nilainya sekitar sepuluh juta rupiah. Bingung, sang suami menanyakan apa maksud semua ini. “Saat kita menikah dulu, nenekku memberikan sebuah rahasia pernikahan padaku,” ujar sang istri, “Nenekku berpesan, jika kamu melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan hatiku, aku tidak boleh kecewa atau marah padamu, yang harus aku lakukan saat aku tidak suka dengan sikapmu adalah tetap diam dan membuat sebuah boneka rajut.” Sang suami tersenyum lega karena ia melihat hanya ada 2 boneka rajut disitu. Berarti selama lima puluh tahun pernikahan mereka, ia hanya membuat marah istrinya sebanyak 2 kali. Ia begitu bersyukur dan bangga dengan dirinya yang selama ini bisa menjaga perasaan istrinya dan tidak banyak mengecewakan istrinya. Tapi ia masih penasaran dengan arti dari uang yang sepuluh jutaan itu. Lalu ia bertanya kepada istrinya, “Kalau begitu, apa arti dari uang yang sangat banyak ini? Dari mana kamu memperolehnya?” Istrinya, dengan tatapan penuh kasih dan pengertian menjawab, “Uang itu adalah hasil penjualan boneka-boneka rajut yang sudah kubuat selama ini…” Karena sang istri bisa merespon kemarahannya dengan benar, maka rumah tangganya bisa terus rukun dan bahagia.

Kemarahan yang direspon dengan benar, justru akan mendatangkan berkat bagi orang lain dan diri kita sendiri. Belajarlah untuk memiliki respon yang benar saat Anda marah. Setiap hari, mintalah Roh Kudus untuk menguasai perasaan dan pikiran Anda sehingga Anda selalu bisa mengendalikan diri dalam situasi apapun, bahkan dalam situasi yang bisa memancing kemarahan Anda. Saat Anda bisa mengendalikan kemarahan Anda, maka itu artinya Anda menjadi pemenang atas musuh terbesar Anda, yaitu diri Anda sendiri.

RENUNGAN

Kemarahan yang DIRESPON DENGAN BENAR, justru akan mendatangkan berkat bagi orang lain dan diri kita sendiri.

APLIKASI

Komitmen apa yang akan Anda buat untuk merespon kemarahan dengan benar?

DOA UNTUK HARI INI

Tuhan, tolong kami untuk senantiasa menguasai perasaan dan pikiran kami sehingga kami selalu bisa mengendalikan emosi kami. Jadikan kami anak-anak-MU yang memancarkan kasih dan kebaikan-MU. Terimakasih Tuhan. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN

I Tawarikh 3-5

03 Desember 2015 – Marah Tapi Tidak Berdosa

BACAAN HARI INI

Efesus 4:17-32

RHEMA HARI INI

Efesus 4:26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu

Rhema Firman Tuhan yang kita baca hari ini berkata bahwa apabila kita menjadi marah, janganlah kita berbuat dosa. Apa yang dikatakan dan dilakukan oleh orang lain mungkin membangkitkan amarah kita. Namun, berhati-hatilah untuk tidak bereaksi secara berlebihan dan kehilangan kendali sehingga kita jatuh dalam dosa. Kata ‘marah’ dalam bahasa Yunani adalah ‘orge.’ Kata ‘orge’ menunjukkan suatu kondisi pikiran seseorang, adakalanya kata ini menunjuk kepada suasana yang meledak-ledak dengan tujuan balas dendam. ‘Orge’ juga diartikan sebagai kemarahan yang telah menjadi kebiasaan. Aristoteles mengatakan bahwa kemarahan itu mirip dengan anjing yang menggonggong terlebih dahulu sebelum tahu dia lawan atau kawan. Sebab memang kebiasaan anjing adalah menggonggong. Demikian juga dengan kemarahan, kalau kita sudah terbiasa meledakkannya, maka kita akan memiliki kecenderungan untuk mudah meledak dalam amarah, dan itu bisa membawa kita jatuh dalam dosa.

Jadi, bagaimana kita bisa berurusan dengan amarah kita secara benar? Yang pertama, berbicaralah kepada Tuhan tentang amarah kita tersebut, bila perlu masuklah ke dalam kamar dan ungkapkan semua perasaan Anda dalam doa. Yang kedua, janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu. Artinya, kalau marah, jangan lama-lama! Ada orang yang marahnya disimpan sampai berhari-hari, ada juga yang berminggu-minggu, bahkan bertahun-tahun. Tanpa kita sadar, amarah yang disimpan lama seperti ini sudah menjadi dosa di hadapan Tuhan. Itu sebabnya bagi kita yang selama ini menyimpan amarah sudah lebih dari 1 hari dalam hati kita, segera bertobat dan padamkan amarahmu itu! Bagi Anda yang selama ini memendam amarah, apakah amarah itu membawa kebaikan bagi Anda? Apakah amarah Anda membuat keadaan menjadi lebih baik? Tidak bukan? Itu sebabnya, segera padamkan amarah itu !

Ketika kita hidup bebas dari amarah, maka kita akan menikmati hidup yang penuh damai sejahtera dan sukacita. Hubungan kita dengan orang lainpun akan menjadi baik dan berkat Tuhan pasti semakin tercurah melimpah dalam hidup kita.

RENUNGAN

Anda boleh MARAH, tetapi jangan sampai BERBUAT DOSA.

APLIKASI

Langkah apa yang akan Anda lakukan untuk mengendalikan kemarahan Anda?

DOA UNTUK HARI INI

Tuhan, terus tolong kami untuk menguasai diri kami sepenuhnya sehingga kami dimampukan untuk mengendalikan kemarahan kami. Kami rindu hidup kami bisa memancarkan terang kasih-Mu dan menjadi berkat bagi orang lain di sekeliling kami. Terimakasih Tuhan. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Mazmur 43-45, 49, 84-85, 87

02 Desember 2015 – Menang Atas Kemarahan

BACAAN HARI INI

Filipi 4:10-20

RHEMA HARI INI

Filipi 4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Tahukah Anda bagaimana cara memancing kepiting? Pergunakan sebatang bambu, lalu ikatkan seutas tali ke batang bambu itu, di ujung lain tali itu ikatkan sebuah batu kecil. Ayunkan bambu agar batu di ujung tali terayun menuju kepiting yang akan dipancing. Ganggulah kepiting itu dengan batu, buatlah gerakan menyentak dan menyentak agar kepiting marah. Dan kalau itu berhasil, maka kepiting itu akan ‘menggigit’ tali atau batu itu dengan geram, capitnya akan mencengkeram batu atau tali dengan kuat sehingga kita bisa leluasa mengangkat bambu dengan ujung tali berisi seekor kepiting gemuk yang sedang marah. Kita tinggal mengayun bambu perlahan menuju ke sebuah wajan besar berisi air mendidih yang sudah kita siapkan. Celupkan kepiting yang sedang murka itu ke dalam wajan tersebut, maka seketika kepiting akan melepaskan gigitan karena merasakan panasnya air mendidih. Tubuh kepiting kemudian menjadi merah dan tak lama kemudian kita bisa menikmati kepiting rebus yang sangat lezat.

Kepiting menjadi korban santapan karena kemarahannya. Namun, seberapa sering kita bisa melihat banyak orang juga jatuh dalam kesulitan, menghadapi masalah, kehilangan peluang, kehilangan jabatan, bahkan kehilangan segalanya karena kemarahan.

Jadi kalau Anda menghadapi gangguan, baik itu batu kecil atau batu besar, pilihlah untuk menghadapinya dengan bijak. Redam kemarahan sebisa mungkin, lakukan penundaan dua tiga detik dengan menarik napas panjang, kalau perlu pergilah ke kamar kecil, cuci muka atau basuhlah tangan dengan air dingin, agar murka Anda mereda dan Anda terlepas dari ancaman wajan panas yang bisa menghancurkan masa depan Anda, seperti nasib kepiting tadi. Ingat, Tuhan sudah memberikan kemampuan kepada kita melalui Roh Kudus-Nya untuk mengendalikan perasaan kita. Rhema Firman Tuhan yang kita baca hari ini mengatakan bahwa kita bisa menanggung segala perkara di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepada kita. Segala perkara artinya termasuk perasaan marah kita. Oleh sebab itu jadilah pemenang atas perasaan Anda sendiri, maka Anda akan menjadi pemenang dalam kehidupan ini.

RENUNGAN

Marah atau tidak itu adalah PILIHAN KITA SENDIRI, sebab Tuhan sudah memberi kita kemampuan untuk mengendalikan perasaan kita.

APLIKASI

Langkah apa yang akan Anda lakukan untuk mengendalikan perasaan marah Anda?

DOA UNTUK HARI INI

Tuhan, ajari kami untuk terus-menerus menenangkan hati kami dan menguasai diri kami sehingga kami bisa mengendalikan perasaan kami. Kami rindu hidup kami bisa selalu menjadi berkat bagi orang-orang di sekeliling kami. Terimakasih Tuhan. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN

1 Tawarikh 1-2

01 Desember 2015 – Kalahkan Kejahatan Dengan Kebaikan

Bacaan Hari Ini

Roma 12:9-21

Rhema Hari Ini

Roma 12:21 Janganlah Kamu Kalah Terhadap Kejahatan, Tetapi Kalahkanlah Kejahatan Dengan Kebaikan!

Seorang Misionaris Melayani Tuhan Di Tengah-Tengah Suku Primitif Di Afrika. Istrinya Dibunuh Orang Disana Dan Anaknya Dibuang Ke Sungai Sebagai Santapan Buaya. Sedangkan Dirinya Dikurung Dan Menunggu Saatnya Untuk Dijadikan Korban Persembahan Bagi Dewa Mereka. Syukurlah, Karena Tiba-Tiba Terjadi Kebakaran, Orang-Orang Primitif Melarikan Diri Sehingga Ia Mempunyai Kesempatan Untuk Meloloskan Diri. Sewaktu Ia Mau Meninggalkan Tempat Kurungan Itu, Tiba-Tiba Ia Mendengar Suara Anak Kecil Yang Sedang Menangis Di Tengah-Tengah Rumah Yang Diamuk Api. Dengan Susah Payah, Akhirnya Ia Dapat Menyelamatkan Anak Tersebut. Setelah Diperhatikan, Barulah Diketahui Bahwa Anak Tersebut Adalah Putera Kepala Suku Yang Membunuh Isteri Dan Anaknya. Sebenarnya Ini Merupakan Kesempatan Baginya Untuk Membalas Dendam Dengan Membunuh Anak Tersebut. Tetapi Ia Tidak Berbuat Demikian. Sebaliknya Ia Berdoa Kepada Tuhan, “Ya Tuhan, Apa Yang Dapat Kukorbankan Sudah Kukorbankan. Sekarang Aku Mau Mengorbankan Diriku, Dengan Membawa Anak Ini Kepada Kepala Suku. Dan Sekali Lagi Mengabarkan Injil Kepadanya. Mohon Tuhan Engkau Membuka Pintu Penginjilan Kepada Orang-Orang Ini. Biarpun Karena Itu, Aku Harus Mengorbankan Nyawa, Aku Sangat Rela!” Setelah Berdoa, Dengan Memeluk Anak Itu Ia Menemui Kepala Suku. Pada Waktu Itu Kepala Suku Sedang Panik Dan Istrinya Sedang Mamanggil-Manggil Nama Anaknya. Tiba-Tiba Mereka Melihat Misionaris Yang Dibencinya Itu Sedang Memeluk Anaknya. Dengan Penuh Kasih Sayang Misionaris Itu Menyerahkan Anak Tersebut Kepada Orang Tuanya. Kepala Suku Ini Merasa Heran Dan Berpikir, “Aku Mau Membunuhnya, Tetapi Ia Malah Menyelamatkan Anakku. Ini Berarti Ia Bukan Musuh Melainkan Sahabat. Aku Harus Berbuat Baik Padanya.” Sejak Itu Kepala Suku Memberikan Kebebasan Kepada Penginjil Itu Untuk Mengabarkan Injil Di Tengah-Tengah Suku Bangsanya.

Kisah Membalas Kejahatan Dengan Kebaikan Bisa Saja Tidak Terjadi Seperti Itu. Ada Yang Sudah Berkali-Kali Mengalami Perlakuan Buruk Dan membalasnya dengan perlakuan baik, tetapi masih saja diperlakukan dengan tidak baik. Sesungguhnya, bukan bagian kita untuk menentukan kapan waktunya perbuatan baik kita sebagai balasan atas perbuatan buruk akan membuahkan hasil yang baik. Semuanya ada di tangan Tuhan yang memegang kendali atas segala sesuatunya.

Bagian kita adalah terus-menerus berbuat baik, bagaimanapun perlakuan buruk yang kita terima. Dengan melakukannya, kita akan menemukan kedamaian hati karena kita tahu betul bahwa kita sudah melakukan hal yang benar di hadapan Tuhan. Kedamaian hati itulah yang akan mendatangkan kebahagiaan dalam hidup kita.

RENUNGAN

Orang-orang yang belajar MENGALAHKAN KEJAHATAN DENGAN KEBAIKAN akan menikmati kebahagiaan yang luarbiasa di dalam hidupnya.

APLIKASI

Perbuatan baik apa yang akan Anda lakukan untuk membalas perlakuan buruk yang Anda terima?

DOA UNTUK HARI INI

Kami bersyukur Tuhan karena di dalam Engkau kami cakap menanggung segala perkara. Kami rindu melakukan hal yang baik kepada orang-orang yang sudah memperlakukan kami dengan buruk. Kami percaya bahwa hidup kami akan Engkau pakai untuk memancarkan cahaya kasih dan kemuliaan-MU kepada orang lain. Terimakasih Tuhan. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Mazmur 6, 8-10,14,16,19,21

30 November 2015 – Bebas Dari Kebencian

BACAAN HARI INI

Kolose 3:5-17

RHEMA HARI INI

Kolose 3:8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

AUDIO

David Flood kembali ke Stockholm dengan kemarahan serta kekecewaan yang sangat mendalam kepada Tuhan. Dia telah menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan, tetapi mengapa Tuhan menelantarkannya begitu saja di tengah hutan Afrika tanpa ada hasil yang signifikan, sampai istrinya harus meninggal dengan cara yang mengenaskan dan meninggalkan seorang bayi baru lahir serta anak laki-lakinya yang masih berusia 3 tahun? Kemarahan begitu memuncak di dalam hatinya sampai-sampai ia tidak mengijinkan seorangpun menyebut kata Tuhan dihadapannya. David Flood menghabiskan hidupnya dengan alkohol dan minum-minuman keras. Anak perempuannya yang ditinggalkannya kepada sebuah keluarga lain, berhasil menemukan David Flood 30 tahun kemudian dalam keadaan lesu, lemah dan tak berdaya akibat kekecewaan yang sudah sangat mengakar di dalam dirinya. Ketika Aina, anak yang dilahirkan istrinya sesaat sebelum istrinya meninggal itu, menceritakan dampak pelayanan David Flood yang telah berhasil mempertobatkan 1 orang dari suku pedalaman di Zaire, dimana orang tersebut telah berhasil mengembangkan pelayanannya dengan mempertobatkan 110.000 orang, mendirikan 32 pos penginjilan, beberapa sekolah Alkitab dan membangun sebuah rumah sakit dengan 120 tempat tidur, David Flood menangis sejadi-jadinya. Berita dari Aina ini seperti sebuah hembusan angin segar yang melenyapkan segala kekecewaannya selama ini. Saat itu Roh Kudus bekerja dalam diri David Flood, ia sadar dan bertobat. Tak lama setelah itu David Flood meninggal, tetapi Allah telah memulihkan semuanya, kepahitan hatinya dan kekecewaannya.

Menyimpan kemarahan dan kekecewaan tidak pernah mendatangkan keuntungan dalam hidup kita. Sebaliknya, kemarahan dan kekecewaaan yang disimpan akan menjadi seperti sebuah sampah yang akan mengeluarkan aroma busuk dan mendatangkan sakit penyakit bagi tubuh, jiwa, roh kita, dan bagi kehidupan orang lain di sekeliling kita. Perkataan dan tindakan kita seringkali akan menyakiti orang lain dan hidup kita tidak mungkin akan bahagia.

Itu sebabnya, hari ini ambillah keputusan untuk membuang segala kebencian, kemarahan dan sakit hati. Mintalah angin Roh Kudus berhembus dalam hidup Anda, sehingga Anda dimampukan untuk mengembangkan kasih ganti kebencian, dan mengembangkan kesabaran ganti kemarahan. Maka damai sejahtera Allah yang melampaui akal akan memenuhi hati dan pikiran Anda sehingga Anda bisa mengalami kebahagiaan hidup di dalam Tuhan.

RENUNGAN

Tuhan ingin kita menikmati hidup BEBAS DARI KEBENCIAN supaya kita bisa menikmati damai sejahtera yang melampaui segala akal.

APLIKASI

Daftarkan hal-hal apa saja yang masih menimbulkan kebencian di dalam hati Anda? Langkah apa yang akan Anda lakukan untuk mengatasinya?

DOA UNTUK HARI INI

Bapa yang baik, kami rindu hidup dalam damai sejahtera-MU. Tolong kami untuk menghapuskan segala kebencian serta kemarahan dalam hati kami, sehingga hidup kami bahagia dan bisa memuliakan nama-MU. Terimakasih Tuhan. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN

II Samuel 1-4

Languages

Change Language