Tangkap Lagi Dan Pegang Erat-Erat Mimpimu

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Kejadian 25:19-34

RHEMA HARI INI
Kejadian 25:26 Sesudah itu keluarlah adiknya; tangannya memegang tumit Esau, sebab itu ia dinamai Yakub. Ishak berumur enam puluh tahun pada waktu mereka lahir.

Di China ada seorang anak perempuan yang mempunyai mimpi suatu ketika orang tuanya mau menerima Tuhan Yesus sebagai juru selamat. Papa mamanya bahkan tidak percaya Tuhan Yesus itu ada. Tiap kali anak itu hendak ke sekolah Minggu atau hanya berdoa di rumah pun, orang tuanya pasti memarahi habis-habisan. Tapi anak perempuan itu tidak putus asa, ia tetap memegang erat mimpinya bahwa suatu hari papa dan mama akan menerima Tuhan Yesus, dan menjadi pengikut-Nya yang setia, demikian ditulisnya dalam buku catatan harian mungil miliknya. Anak perempuan itu akhirnya meninggal dalam suatu kecelakaan yang tragis.

Kisah ini pastilah bukan kisah yang menarik jika berakhir sampai di sini. Tapi kemudian orang tua anak itu menemukan tulisan di buku harian milik anaknya. Mereka sebenarnya sangat menyayangi dan kehilangan anaknya, maka mereka memutuskan untuk memenuhi keinginan terakhir anak kesayangan mereka. Jadilah mereka berdua pergi ke gereja. Disana Tuhan bekerja menjamah hati papa dan mama, mereka percaya dan mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat. Bukan itu saja, setelah menjadi orang percaya, sang papa dan mama selalu membawa orang ke gereja. Pernah dalam satu kebaktian mereka membawa 8 orang, dan semuanya, ke 8 orang itu percaya dan menerima keselamatan dari Tuhan.

Nama Yakub dalam ayat rhema kita hari ini artinya pemegang tumit, sebab waktu lahir Yakub memegang erat tumit Esau. Yakub ini orang yang tidak mau menyerah, sejak kecil bahkan bayi baru lahir tangannya sudah cukup kuat untuk menggenggam tumit saudaranya erat-erat. Mungkin saat ini kita tidak punya apa-apa untuk berpegang ataupun berharap, tapi tetaplah bermimpi. Mimpi dan pengharapan itulah yang akan menolong kita melalui saat-saat sukar. Mintalah agar spirit Yakub ini diimpartasikan dalam hidup kita. Terlebih lagi saat ini Tuhan sedang menggenapi great revival atas umat-Nya, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, tidak ada kematian yang tidak dapat dibangkitkan-Nya. Bangkit, jangan takut. Kembalilah bermimpi, tangkap lagi mimpimu dan pegang mimpi itu erat-erat seperti Yakub memegang erat tumit Esau saat ia lahir. Tuhan Yesus memberkati. (ABU)

RENUNGAN
Memegang erat MIMPI akan menimbulkan HARAPAN dan SEMANGAT.

APLIKASI
1. Apa mimpi Anda yang sampai saat ini belum terlaksana?
2. Hal apa yang menyebabkan mimpi Anda belum menjadi kenyataan?
3. Pengharapan apa yang Anda miliki dalam great revival yang sedang Tuhan kerjakan saat ini?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, kami mau seperti Yakub yang tidak mau menyerah atas mimpi-mimpi kami. Tolong kami Bapa untuk tidak mudah putus asa dan selalu berani berharap, beri kami semangat yang baru untuk menangkap lagi dan memegang mimpi kami erat-erat. Bila mimpi kami sesuai dengan kehendak-Mu, pasti akan terjadi dan digenapi. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.