Terisolasi Karena Sulit Percaya

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Ibrani 10:19-39

RHEMA HARI INI
Ibrani 10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Hati Esti masih terasa sakit jika teringat pada Hana. Mereka dulunya begitu dekat dan bersama-sama melayani di gereja. Satu kali Hana meminjam dana yang cukup besar pada Esti untuk modal kerja. Karena percaya, Esti pun memberi pinjaman. Tapi berjalannya waktu, Hana jadi menjauh. Esti jadi sulit untuk bertemu Hana, ada saja alasannya. Dan jika Esti menanyakan tentang dana yang dipinjamnya, jawaban Hana selalu tidak jelas. Usahanya sedang sepilah, tagihan macetlah, di tipu oranglah, intinya Hana tidak bisa atau tidak mau mengembalikan uang Esti. Yang membuat Esti kesal, Hana bukannya menjelaskan baik-baik tapi malah menghindar dan seakan-akan tidak mau kenal dengannya lagi. Belakangan Esti mendengar dari teman-teman yang lain bahwa Hana menyebarkan cerita pribadi Esti yang hanya di baginya dengan Hana karena dianggap sebagai sahabat. Hal ini sungguh membuat Esti terpukul dan sakit hati.

Esti mundur dari pelayanan karena ia tidak mau bertemu dengan Hana. Ia mulai menjaga jarak dalam pertemanan dan selalu curiga bila ada teman yang dianggapnya bersikap terlalu baik kepadanya. Ajakan Ester teman segerejanya yang lain untuk ikut komsel, selalu ditolaknya. Tapi karena kesabaran Ester untuk memperjuangkan Esti, satu ketika Esti tak tahan dan menceritakan alasan kenapa ia malas ikut kegiatan gereja. Tak disangka Ester pun mempunyai pengalaman dikecewakan oleh teman baiknya. Lalu Ester memberi saran bagaimana supaya Esti bisa menyembuhkan luka batinnya yaitu dengan terbuka pada Tuhan dan memohon kesembuhan dan pemulihan bagi hati yang terluka. Roh Kudus menjamah hati Esti dan ia mau ikut komsel. Disana ia menemukan teman-teman baru yang baik dan Esti pun menemukan sukacitanya kembali.

Sebagai mahluk sosial, bergaul dengan sesama merupakan suatu kebutuhan bagi kita. Dan seperti ayat rhema kita hari ini, Tuhan pun ingin kita berkumpul dalam satu komunitas rekan seiman. Sebab dalam komunitas yang baik dan sehat kita akan saling membangun, menasihati, menghibur dan saling mendoakan. Sehingga kita akan makin bertumbuh di dalam iman dan kerohanian. Jangan biarkan sakit hati dan kecewa pada orang lain membuat kita jadi mengisolasi diri dan membuat tembok pemisah di hati kita. Akibatnya kita jadi merasa sendiri dan kesepian. Kita akan kehilangan bahagia dan sukacita karena takut untuk menjalin pertemanan. Jujur pada Tuhan, ungkapkan kesakitan kita dan biarkan Tuhan bekerja membawa mujizat kesembuhan bagi jiwa kita yang terluka. (PF)

RENUNGAN
KESULITAN PERCAYA kepada orang lain dapat MENGISOLASI diri kita sendiri dan akhirnya MEREBUT SUKACITA yang ingin Tuhan berikan.

APLIKASI
1. Jenis orang yang bagaimanakah Anda? Tertutup atau seorang yang suka bergaul?
2. Jika Anda seorang yang tertutup, apa yang membuat Anda membatasi diri?
3. Sudahkah Anda membuka hati dan jujur kepada Tuhan tentang semua perasaan Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami datang di hadapan-Mu membawa hati kami yang kecewa dan terluka. Sembuhkanlah dan beri kami hati yang baru Tuhan, hati yang rela mengampuni dan hati yang tidak menyimpan kepahitan. Agar kami bisa terus berjalan dan tidak menjadi penghalang bagi rencana-Mu yang sempurna dalam hidup kami. Terimakasih Tuhan, kami terima kesembuhan bagi jiwa kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.