TERUS KOBARKAN API CINTA KEPADA TUHAN

RHEMA HARI INI

Wahyu 2:4-5 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

“Ayah, maukah Engkau melewatkan waktu bersamaku besok?” tanya Jona penuh harap kepada ayahnya yang sedang sibuk di depan komputernya. Untuk kesekian kalinya Jona harus kecewa dengan jawaban ayahnya, “Maaf Jona, tapi besok ayah harus meninjau proyek di luar kota. Ayah akan memberimu uang saku 2 kali lipat sebagai ganti ayah tidak bisa menemanimu.
Kamu boleh membeli apa saja yang kamu mau.” Jona merasakan kekosongan di dalam hatinya semakin dalam. Di kamarnya, ia melihat berbagai macam fasilitas yang dibelikan ayahnya. Juga kartu debit yang bisa ia tarik kapan saja memerlukannya. Air mata Jona mulai menitik, ia begitu merindukan ayahnya. Pelukannya, gurauan-gurauannya dan waktu-waktu yang pernah mereka habiskan bersama. Sejak perusahaannya makin berkembang, ayah tidak lagi punya waktu untuk Jona. Walau kini ayahnya bisa membelikan apa saja yang ia mau, tetapi yang Jona inginkan hanyalah hubungan yang dekat dan hangat dengan ayahnya bisa kembali.

Ya, kehilangan cinta dari ayahnya membuat semua pemberian ayahnya menjadi tidak berarti. Sadarkah kita bahwa seperti itulah yang dirasakan oleh Tuhan ketika banyak anak-anak-Nya tidak lagi memiliki api cinta yang menyala-nyala kepada-Nya? Mungkin kita masih melayani, masih menjadi KKS, masih memberi persembahan dan persepuluhan kepada Tuhan, tetapi sesungguhnya hubungan kita dengan Tuhan telah menjadi kering. Kita tidak lagi merasakan cinta mula-mula kepada-Nya. Ini adalah sebuah kondisi yang harus kita waspadai.

Kesibukan kerja hanyalah satu dari sekian banyak yang bisa memadamkan api cinta kita kepada Tuhan. Bisa jadi kekecewaan, tekanan, bahkan berkat pun bisa menjauhkan kita dari pada-Nya. Karena itu, mari terus perhatikan diri kita. Jangan sampai api cinta kita kepada Tuhan, berkurang apalagi padam. Sebaliknya, jagalah api cinta itu semakin berkobar dan terus berkobar. Jangan ijinkan apapun membuat kita tidak lagi memperioritaskan hubungan dengan Tuhan. Karena jika api itu sampai padam, kita akan benar-benar mengalami kekeringan serta kematian rohani yang akan berakibat fatal bagi hidup kita.

RENUNGAN

Jangan biarkan apa pun MEMADAMKAN API CINTA kita kepada Tuhan.

APLIKASI

1. Hal apakah dalam hidup Anda, yang paling berpotensi untuk memadamkan api cinta Anda kepada Tuhan?
2. Pernahkah Anda mengalami api cinta Anda kepada Tuhan padam? Apa yang terjadi dalam hidup Anda kemudian?
3. Tuliskan komitmen Anda untuk menjaga api cinta Anda kepada Tuhan terus menyala bahkan semakin berkobar.

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa, Engkau adalah Pribadi yang selalu mengasihi kami. Api cinta-Mu kepada kami tidak pernah padam. Kami mau ya Bapa, untuk juga mengasihi Engkau dalam segala keadaan. Bagi kami, tidak ada yang bisa memisahkan kami dari kasih-Mu. Dan kami mau semakin mengobarkan api cinta kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!