Tindakan Kasih Yang Mengubahkan

RHEMA HARI INI
Matius 22:39
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Ketika atlet skating asal Norwegia, Johann Olav Koss sedang mempersiapkan diri untuk perlombaan 1500 meternya di Olimpiade tahun 1994, seorang reporter berlari-lari menghampirinya. Koss selalu tidak pernah mau diwawancarai oleh reporter sebelum ia maju bertanding, tetapi reporter itu berkata bahwa ia tidak akan mengajukan pertanyaan, ia hanya ingin menyampaikan sebuah surat. Surat itu berasal dari seorang atlet skating muda asal Sarajevo, yang menjadi korban peperangan, dimana ketika ada bom yang dijatuhkan di perempatan pasar ada 68 orang meninggal dan banyak lainnya yang terluka. “Dapatkan Anda membantu saya?” atlet skating muda itu menulis kepada Koss. “Saya harus duduk di bunker perlindungan. Saya tidak bisa berlatih. Saya tidak bisa bermain. Saya tidak bisa aktif. Saya akan sangat senang kalau saya bisa mendapat kesempatan untuk bisa berlomba skating lagi.” Setelah membaca surat tersebut, Koss maju dalam pertandingan dan memenangkan medali emas serta memecahkan rekor dunia, kedua kalinya dalam 3 kali pertandingan di Olilmpiade tersebut. Kemudian ia mengumumkan dalam sebuah konferensi pers yang mengundang banyak keharuan serta air mata, bahwa ia akan menyumbangkan bonus yang diterimanya sebesar $30,000 Dolar atau sekitar 360 juta rupiah kepada Olympic Aid, sebuah yayasan amal untuk membantu rakyat di negara-negara yang sedang dalam peperangan. Dalam sepuluh tahun kemudian, Koss mengembangkan Olympic Aid menjadi yayasan Right to Play (Hak untuk Bermain), sebuah agensi kemanusiaan internasional yang mempergunakan permainan serta olahraga untuk mengajar, menginspirasi serta memberikan semangat kepada anak-anak yang ada di daerah perang. Dalam pengakuannya, Koss memang berencana untuk menyumbangkan bonus yang diterimanya sebelum membaca surat tersebut, tetapi surat tersebut semakin menguatkan dorongan didalam hatinya untuk bertindak bagi kemanusiaan.

Natal dan tahun baru adalah momen yang sangat tepat untuk menjadi berkat. Jadilah penyambung lidah untuk memberitakan kabar baik kepada setiap orang agar mereka yang masih dalam dunia yang gelap dapat keluar kepada terangnya yang ajaib. Moment natal saat yang tepat untuk kita membagikan kasih bukan hanya dengan kata-kata namun langkah atau tindakan kita itu yang lebih kuat dan berdampak besar. Banyak orang diluar sana yang membutuhkan tindakan kasih dari setiap kita. Banyak orang masih terbelenggu, hidup dalam kekurangan, jika kita peka dengan semua itu dan kabar baik kita beritakan dengan cara tindakan kasih maka perubahan besar terjadi. Orang itu akan merasa sangat diberkati. Terus maju beritakan kabar baik ini dengan tindakan kasih. Amin.

RENUNGAN
Mari MENJADI KEAJAIBAN NATAL bagi mereka yang membutuhkan, sebab TINDAKAN KASIH kita berbicara lebih kuat daripada perkataan kasih saja.

APLIKASI
1. Apakah Anda sudah melakukan tindakan kasih ketika kabar sukacita itu Anda sampaikan ?

2. Apa perbedaan jika Anda hanya menggunakan kata-kata tanpa disertai aksi ?

DOA UNTUK HARI INI
Tuhan kami rindu Engkau pakai untuk menjadi berkat bagi orang lain, pengurapanMu kami perlukan Tuhan agar setiap kami bertindak dengan kasih. Amin