Tingkat Kehausan Akan Hikmat

Renungan Keluarga Allah
Minggu, 05 Maret 2017

BACAAN HARI INI

Amsal 2:1-15

RHEMA HARI INI

Amsal 2:4-6 jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah. Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.

1849, perhatian dunia tertuju pada California. Sumber emas ditemukan. Harapan untuk hidup berkelimpahan tersedia bagi semua orang. Puluhan ribu orang dari segala penjuru mengepak barang-barang mereka dan bergabung dalam pemburuan termahal sepanjang sejarah. Sementara kabar terus melintasi permukaan bumi, ratusan ribu lainnya menyusul. Mereka berbondong-bondong menuju tempat di mana demam emas berpusat. Bagi sebagian dari mereka, perjalanan itu sangatlah panjang. Mereka rela menghabiskan waktu lima atau delapan bulan menyusuri daratan dan mengarungi lautan. Bahkan bahaya maut yang menanti di setiap rute, seperti kecelakaan kapal, demam tifoid, atau kolera, tidak dapat menghentikan mereka. Setelah sampai pun, mereka belum dapat bersantai. Mereka masih harus menyaring sungai, menggali tanah, dan setelah emas di permukaan mulai menipis, mereka pun mulai menambang. Pekerjaan mereka bukannya semakin mudah, tetapi semakin berbahaya. Namun mereka terus mencari dan mencari.

Seperti para pencari emas itu, Tuhan juga menginginkan kita agar mencari harta terpendam yang telah disediakan oleh-Nya bagi setiap kita. Terlebih lagi, apa yang dipersiapkan-Nya jauh lebih berharga dari emas dunia dan yang sejatinya dapat membebaskan kita dari segala kesesakan kita. Ya, itu adalah hikmat, yang kita peroleh seiring bertambahnya pengenalan kita akan Allah. Masalahnya, seberapa besar kita menginginkannya? Hikmat tidaklah sama dengan keselamatan yang kita peroleh secara cuma-cuma ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Ada harga yang harus kita bayar. Ada usaha lebih yang perlu kita kerahkan. Yang Tuhan minta dari kita hanyalah waktu, hati dan pikiran yang terpusat pada-Nya saat kita menyelidiki firman Tuhan maupun bersekutu dengan-Nya. Dia pun berjanji, ketika kita mencari hikmat seperti orang yang mengejar harta terpendam, maka Tuhan, sumber segala hikmat, akan menyingkapkan rahasia-rahasia tersembunyi yang belum kita pahami, yang akan menghantarkan kita pada jalan kemenangan dan keberhasilan. (MV.L)

RENUNGAN

TINGKAT KEHAUSAN yang kita miliki MENENTUKAN SEBERAPA BESAR HIKMAT yang kita dapatkan

APLIKASI

  1. Sudahkah Anda mencari hikmat selama ini? Mengapa?
  2. Menurut Anda, kenapa Tuhan ingin agar kita mencari hikmat?
  3. Apa komitmen yang dapat Anda buat di hadapan Tuhan untuk mulai mencari hikmat-Nya?

DOA UNTUK HARI INI

“Terima kasih, Tuhan, karena Engkau tak pernah meninggalkan kami sendirian dalam permasalahan kami. Kami menyadari bahwa kami sangat membutuhkan hikmat-Mu, ya, Bapa. Berikan kami hati yang haus akan hikmat-Mu melebihi apa pun juga. Biarlah kami terus mencari dan mencari, agar akhirnya kami pun mendapatkannya. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Yesaya 59-63