Tingkatkan Level Doa Kita

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Matius 7:7-11

RHEMA HARI INI
Matius 7:7 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

John Nelson Hyde adalah seorang pendoa yang luar biasa di abad ke-20. Misionaris yang melayani di India ini dikenal sebagai “Hyde si Pendoa”. Kerinduannya untuk menarik jiwa-jiwa kepada Kristus mendorongnya untuk bersyafaat. Ia bisa menghabiskan waktu berjam-jam, bahkan semalaman, bersama Tuhan, hingga terkadang lupa makan dan tidur. John mengetahui kuasa pujian, ucapan syukur dan sukacita dalam berdoa. Ia pun sering mengalami kepenuhan roh, tertawa, menari, dan bersorak-sorai di hadapan Allah.

Meski kemudian kondisi tubuhnya melemah dan dokter memvonis hidupnya tinggal enam bulan karena kondisi jantungnya, John tetap bertekun dalam doa. Ia menghabiskan waktunya dari pagi hingga malam untuk berdoa, sehingga ia juga dijuluki “pria yang tidak pernah tidur”. John Hyde tahu bahwa ia tidak memiliki kuasa dalam dirinya sendiri dan hanya dekat Yesus sajalah yang bisa menarik jiwa-jiwa datang kepada-Nya. Tuhan pun memberikannya waktu dua tahun lagi, sehingga ia memiliki cukup banyak waktu untuk melihat gelombang revival menyapu India.

Doa merupakan suatu cara bagi kita untuk terhubung langsung dengan Tuhan. Tidak bisa dipungkiri bahwa waktu yang kita sediakan untuk berdoa akan sangat menentukan level kepenuhan Roh Kudus yang kita alami. Semakin dipenuhi Roh Kudus, manusia roh kita pun semakin diaktivasikan. Tuhan akan semakin membukakan banyak hal bagi kita. Oleh karena itu, marilah kita mulai meningkatkan waktu-waktu doa kita. Minimal luangkan satu jam dalam sehari, bahkan lebih. Jika kita kesulitan membangun hubungan doa pribadi di rumah, datanglah ke Pondok Daud dan tingkatkan jam doa kita. Teruslah minta Roh Kudus memampukan kita memiliki kehidupan doa sungguh-sungguh. Karena dengan doa, kita mengaktivasikan manusia roh kita, sehingga kita semakin dekat dengan Tuhan dan semakin banyak perkara luar biasa yang akan Tuhan singkapkan bagi kita. (LEW)

RENUNGAN
Tingkatkanlah LEVEL DOA kita, sebab waktu yang kita sediakan untuk berdoa sangat menentukan LEVEL KEPENUHAN ROH KUDUS yang kita alami.

APLIKASI
1. Apakah Anda sudah memiliki jam-jam doa pribadi dalam keseharian Anda? Jika sudah atau belum, mengapa?
2. Adakah penghalang bagi Anda untuk menyediakan waktu khusus berdoa dalam hidup Anda? Sebutkan!
3. Sebutkan komitmen Anda dalam meningkatkan level doa dalam hidup Anda!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, ampuni kami jika kami belum sungguh-sungguh memiliki jam doa dalam keseharian kami. Mulai saat ini, kami mau meningkatkan level doa kami agar level kepenuhan Roh Kudus meningkat dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.